Wakil Bupati Waropen, Yowel Boari, berdiri paling depan saat berfoto bersama di atas Tugu Pekabaran Injil (PI) Kampung Ghoyui/Paradoi, usai mengikuti rangkaian ibadah syukur HUT PI. (Ft: Tamrin/mepago.co)
WAROPEN | MEPAGO.CO – Momentum Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil (PI) ke-94 hendaknya tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga refleksi bersama untuk memperkuat pelayanan, memperdalam iman, dan memperluas karya kasih kepada sesama tanpa membedakan latar belakang.
Hal tersebut merupakan sambutan Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., yang disampaikan oleh Wakil Bupati Yowel Boari dalam ibadah syukur HUT PI ke-94 di Kampung Ghoyui/Paradoi, Sabtu (28/2/2026).
Dalam sambutan itu ditegaskan, perayaan tahun ini mengusung tema: “Kasih Kristus Menggerakkan Kemandirian Gereja Mewujudkan Keadilan, Perdamaian, dan Kesejahteraan,” dengan subtema: “Kesatuan dan Kebersamaan di dalam Tuhan sebagai Bentuk Kepedulian kepada Sesama dan Alam.”
Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan dinamika kehidupan masyarakat saat ini.
Foto bawah: Ketua Majelis Jemaat GKI Alfa Omega Paradoi membagikan pangan lokal kepada jemaat sebagai simbol kue ulang tahun dalam perayaan HUT PI ke-84 yang berlangsung penuh sukacita. (Ft: Tamrin)
Gereja diharapkan tidak hanya hadir sebagai pusat ibadah semata, tetapi juga menjadi motor penggerak transformasi sosial yang menghadirkan keadilan dan kesejahteraan di tengah masyarakat.
“Kasih Kristus yang menjadi dasar pelayanan hendaknya mendorong gereja untuk semakin mandiri, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan umat. Gereja yang kuat adalah gereja yang mampu membangun spiritualitas yang mendalam, sekaligus berkontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, serta penguatan karakter generasi muda,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan, firman Tuhan dalam Roma 12:10 yang berbunyi, “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat,” menjadi pengingat bahwa persaudaraan, penghormatan, dan kasih adalah fondasi utama dalam membangun kehidupan bersama yang harmonis.
Dalam konteks adat dan budaya Waropen, nilai-nilai tersebut sejalan dengan filosofi “Ndi Sowosio Ndi Korako” yang berarti bersatu kita kuat, serta “Kanibararuko” yang bermakna saling mengasihi.
Nilai luhur ini tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga pedoman dalam memperkuat persatuan, menjaga keharmonisan, serta membangun Waropen yang maju dan sejahtera.
Melalui momentum HUT PI ke-94 ini, pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk terus memelihara iman, mempererat kebersamaan, dan menjadikan kasih sebagai landasan dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela
