Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., mengenakan batik lengan panjang berwarna merah saat menghadiri rangkaian kegiatan peringatan HUT Pekabaran Injil di Kampung Waren. ( Ft:Dok/ Humas)
WAROPEN | MEPAGO.CO – Pemerintah Kabupaten Waropen bersama jemaat dari berbagai denominasi gereja memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil (PI) ke-98 di Tugu Pekabaran Injil Kampung Waren, dengan menggelar ibadah syukur yang berlangsung khidmat dan penuh haru.
Peringatan yang dilaksanakan di Tanah Waren ini menjadi momentum refleksi atas masuknya Injil 98 tahun silam, yang menandai awal transformasi iman dan peradaban masyarakat setempat.
Ibadah syukur dihadiri Bupati Waropen Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., Ketua DPRK Waropen Yeneke Dipan, S.Sos., Ketua TP PKK Waropen Ny. Bernadeta Goo Mote, Ketua GOW Waropen Ny. Yohana Boari, mantan Bupati Waropen Yesaya Buinei, perwakilan Polres Waropen Kasat Sabhara Otow Satia, serta Perwira Penghubung Kodim 1709/Yawa Mayor Inf Marsamuel Makanuay.
Ibadah dipimpin oleh Yehuda Buinei dengan mengusung tema “Pertobatan Mendatangkan Keselamatan” yang merujuk pada Kitab Yunus 3:1–10.
Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa Injil adalah cahaya yang tidak pernah padam di tengah kegelapan kehidupan manusia.
“Pertobatan tanpa kompromi menuntut pemutusan hubungan sepenuhnya dengan cara hidup lama. Jika sebelumnya berjalan menjauh, kini saatnya berbalik sepenuhnya menuju kebenaran,” tegasnya.
Ia juga mengajak pemerintah, lembaga adat, dan institusi keagamaan untuk terus merefleksikan nilai-nilai Injil dalam setiap pengambilan kebijakan dan komunikasi sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Waropen Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., menyampaikan bahwa kehadiran Injil di Tanah Waren merupakan bagian dari rencana Tuhan bagi keselamatan umat-Nya.
“Pertobatan bukan tanda kelemahan, melainkan keberanian untuk mengakui kekurangan diri, memperbaiki diri, serta meninggalkan hal-hal yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Ini juga keberanian untuk mengampuni dan menerima sesama,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua I Suku Besar Maranauri Waren, Abnel Dori, S.Pd., mengajak masyarakat memaknai nama “Waren” sebagai akronim dari “Wajib Merenungkan”, yakni merenungkan apa yang telah dan akan diperbuat bagi tanah kelahiran.
Peringatan HUT PI ke-98 ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat akan pentingnya menjaga api iman tetap menyala. Menjelang satu abad Pekabaran Injil di Waropen dua tahun mendatang, seluruh elemen masyarakat diajak bersatu menjaga nilai kasih, pertobatan, dan keselamatan sebagai dasar pembangunan daerah yang berkeadilan dan sejahtera.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela
