Gasper Ifan Imbiri (tengah) bersama keluarga dan Kapospol Distrik Audate Polres Waropen saat berada di lokasi pemalangan jalan di Kampung Botawa, Sabtu (29/8/2026). Ft:Tamrin/mepago.co
WAROPEN | MEPAGO.CO – Aksi pemalangan jalan terjadi di Kampung Botawa, Distrik Audate, Kabupaten Waropen, Papua, Sabtu (29/8/2026) pagi. Pemalangan dipimpin Gasper Ifan Imbiri, S.E bersama keluarganya.
Lokasi pemalangan berada sekitar 300 meter dari Kantor Bupati Waropen di Botawa, tepatnya di ruas jalan menuju Bandara. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Waropen terkait pembayaran pekerjaan jalan pangkalan yang dikerjakan pada tahun anggaran 2024.
Ifan Imbiri mengatakan pekerjaan jalan pangkalan yang berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum tersebut telah diselesaikan 100 persen dengan nilai sekitar Rp1,5 miliar. Namun, hingga saat ini, pembayaran terhadap pekerjaan tersebut menurutnya belum direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Waropen.
“Anggaran pekerjaan jalan pangkalan tahun anggaran 2024 ada, tetapi tidak dibayarkan karena dialihkan,” tegas Ifan saat ditemui media di lokasi pemalangan, Sabtu pagi.

Lokasi jalan pangkalan di Kampung Botawa yang dipalang sebagai bentuk tuntutan pembayaran proyek senilai Rp1,5 miliar sedangkan foto di bawah,
Lokasi Kantor Bupati Waropen di Botawa yang turut dipalang dalam aksi tuntutan penyelesaian pembayaran pekerjaan. (Tamrin)

Ia meminta persoalan tersebut diselesaikan langsung oleh Bupati Waropen. Menurutnya, penyelesaian tidak dapat diwakilkan kepada pejabat atau utusan lainnya.
“Saya dan keluarga akan menunggu Bupati harus turun untuk menyelesaikan masalah ini. Kami akan tunggu Bupati hadir. Selama Bupati belum hadir, palang kami tidak buka,” tegasnya.
Atas dasar itu, Ifan menegaskan pemalangan akses jalan menuju Kampung Botawa akan terus dilakukan sampai Bupati Waropen datang menemui dirinya dan keluarga untuk memberikan penyelesaian terhadap persoalan tersebut.
Ia juga menyayangkan pola penyelesaian pembayaran pekerjaan yang menurutnya baru dilakukan setelah adanya aksi pemalangan. Ifan mencontohkan kasus pemalangan SMA YPK F.X. Mote yang, menurutnya, terjadi karena persoalan pembayaran pekerjaan.
“Ketika SMA YPK F.X. Mote dipalang karena pekerjaan tidak dibayarkan, setelah dipalang langsung dibayarkan. Mungkin dengan adanya reaksi kami hari ini, pemerintah Kabupaten Waropen baru akan membayarkan,” katanya.
Pemalangan yang dilakukan di ruas jalan menuju Bandara tersebut menjadi perhatian karena lokasinya berada tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Waropen di Botawa.
Ifan berharap Pemerintah Kabupaten Waropen segera merespons tuntutan tersebut dan memberikan kepastian mengenai pembayaran pekerjaan yang telah dilaksanakan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Waropen terkait aksi pemalangan maupun tudingan belum dibayarkannya pekerjaan jalan pangkalan tahun anggaran 2024 senilai sekitar Rp1,5 miliar tersebut. Belum diketahui pula apakah pemerintah daerah akan mengambil langkah untuk membuka pemalangan atau melakukan pertemuan langsung dengan pihak yang melakukan aksi.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela







