Kepala Kampung Sahwara Jaya Salurkan Rp40 Juta untuk Program Ketahanan

WAROPEN | MEPAGO.CO Dalam upaya mendukung ketahanan pangan masyarakat, Kepala Kampung Sahwara Jaya, Distrik Waropen Bawah, Kabupaten Waropen, Dolfinus Simunapendi, menyalurkan dana sebesar Rp40 juta untuk pengembangan pertanian jagung di wilayah kampung tersebut.

Dana tersebut diserahkan kepada Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Reni Wagdomi, dan akan digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian jagung di lahan seluas 10 hektare. Penyerahan dana dilakukan sebagai bagian dari program ketahanan pangan kampung yang bersumber dari dana pemerintah pusat.

Dolfinus Simunapendi menjelaskan bahwa penyaluran dana dilakukan tidak langsung kepada para petani, melainkan melalui petugas PPL, dengan tujuan agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih terarah dan terkontrol.

“Dana ini kami serahkan kepada petugas PPL untuk mendampingi para petani dalam menyiapkan lahan terlebih dahulu. Setelah lahan siap, barulah dana digunakan untuk pengadaan bibit dan obat-obatan hama,” jelas Dolfinus saat ditemui media di sela-sela kegiatannya di Aula SMA Negeri Waren, Jumat (16/01/2026).

Menurutnya, seluruh proses penanaman akan dilakukan secara serempak oleh para petani, sehingga waktu panen juga dapat dilakukan secara bersamaan.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi sekaligus memudahkan pengelolaan pertanian di tingkat kampung.
“Jika penanaman dilakukan bersama-sama, maka panennya juga akan serempak. Dengan demikian, hasilnya bisa lebih maksimal dan memberikan dampak ekonomi yang lebih baik bagi para petani,” ujarnya.

Dolfinus menambahkan bahwa program ketahanan pangan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kampung, khususnya para petani.

Ia menyebutkan bahwa mayoritas petani di Kampung Sahwara Jaya merupakan masyarakat nusantara dari wilayah timur Indonesia, sehingga sebagai kepala kampung sekaligus pembina petani, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk memperhatikan dan mendorong pengembangan sektor pertanian.

“Sebagian besar warga kami adalah petani. Karena itu, saya berkewajiban untuk mendukung mereka agar pertanian di kampung ini bisa berkembang dan meningkatkan taraf hidup masyarakat,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dana ketahanan pangan tersebut sebenarnya dialokasikan untuk Tahun Anggaran 2025. Namun, karena waktu pelaksanaannya bertepatan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru, program tersebut ditunda dan baru direalisasikan pada awal Januari 2026.

“Program ini seharusnya dilaksanakan pada tahun anggaran 2025, tetapi karena bertepatan dengan Natal, kami menundanya dan baru menyalurkan pada awal 2026 agar persiapan ketahanan pangan bisa dilakukan dengan lebih baik,” katanya.

Untuk jenis tanaman, Dolfinus memastikan bahwa jagung yang akan dikembangkan merupakan jagung lokal jenis hibrida, yang dinilai memiliki produktivitas baik dan sesuai dengan kondisi lahan di Kampung Sahwara Jaya.

Melalui program ini, Pemerintah Kampung Sahwara Jaya berharap ketahanan pangan masyarakat dapat semakin kuat, produksi pertanian meningkat, serta kesejahteraan para petani dapat terus berkembang secara berkelanjutan.

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *