Bupati Waropen, Fransiscus Xaverius Mote, berpose bersama di Muscab dengan salam khas Waropen “Ndi Sosiwo Ndi Korako”, simbol persatuan dan semangat membangun bersama. (Ft: Tanrin/mepago.co)
WAROPEN | MEPAGO.CO – Musyawarah Cabang (Muscab) II Periode 2023–2028 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Waropen resmi menetapkan kepengurusan baru, dipimpin Yosefina Sawaki, S.SiT, sebagai ketua.
Muscab yang mengusung tema “Satukan Langkah dalam Transformasi Kesehatan untuk Penguatan Pelayanan Kebidanan Berkesinambungan Berbasis Bukti” ini menjadi momentum konsolidasi organisasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan di Waropen.
Berikut susunan Pengurus IBI Waropen 2023–2028, yakni:
1. Ketua: Yosefina Sawaki, S.SiT
2. Wakil Ketua I: Suzana Wonatorei, STr.Keb
3. Wakil Ketua II: Sitti Nurbani Ketaren, Amd.Keb
4. Sekretaris: Koibe Manurung, SST, Bdn
5. Bendahara: Paulina Papryndei, Amd.Keb
Foto bawah: Bupati Waropen berpose bersama para pengurus, anggota IBI, dan tamu undangan dengan salam sehat 2 jari. (Ft: Tamrin)
Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Waropen Fransiscus Xaverius Mote, Kepala Dinas Kesehatan dr. Jenggo Suwarko, Kepala Distrik Urei Faisei, Ketua TP PKK, Ketua GOW, Ketua Dharma Wanita, pengurus Persit, Bhayangkari, tokoh agama, serta para kepala kampung.
Ketua terpilih Yosefina Sawaki menegaskan bahwa Muscab bukan sekadar ajang pemilihan kepengurusan baru, melainkan momentum evaluasi dan penyusunan strategi organisasi ke depan.
“Muscab ini adalah titik refleksi dan langkah awal memperkuat peran IBI dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks ke depan. Tahun 2026 dan seterusnya membutuhkan kesiapan, integritas, dan kolaborasi yang kuat,” ujarnya.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan internal yang perlu dibenahi, di antaranya:
1. Proses estafet kepemimpinan sebelumnya yang belum berjalan optimal.
2. Belum meratanya kesadaran anggota terhadap pentingnya peran organisasi.
3. Luasnya wilayah Waropen dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau.
4. Keterbatasan transportasi dan tingginya biaya operasional.
5. Kendala komunikasi akibat belum meratanya akses internet.
6. Sebagian pengurus yang juga aktif sebagai ASN sehingga waktu untuk organisasi terbatas.
Meski demikian, Yosefina optimistis IBI Waropen akan tetap solid dan berintegritas dalam menjalankan perannya sebagai garda terdepan pelayanan kebidanan.
Dengan kepengurusan baru ini, IBI Waropen diharapkan semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan ilmu kebidanan berbasis bukti, serta mampu memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Waropen.
Penulis: Tanrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela
