Sepinya penumpang membuat deretan motor ojek hanya terparkir tanpa bergerak. Para pengemudi duduk menunggu dengan tatapan kosong, mengurut dada memandang jalan yang lengang, berharap satu dua penumpang datang memecah sunyi. (Ft: Ignatius/mepago.co)
YAPEN | MEPAGO.CO – Nasib pengendara ojek pangkalan di Kota Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, kian terhimpit. Penghasilan yang dulu mampu menembus Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per hari, kini merosot tajam. Banyak pengemudi mengaku hanya membawa pulang kurang dari Rp100 ribu, bahkan tak jarang pulang dengan tangan nyaris kosong.
Lesunya aktivitas ekonomi membuat jumlah penumpang menurun drastis. Pangkalan-pangkalan ojek yang dulu ramai kini lebih sering dipenuhi motor terparkir dan pengemudi yang menunggu tanpa kepastian.
Han, salah satu pengendara ojek yang telah 7–8 tahun mencari nafkah di Serui, merasakan betul perubahan itu. Ia menyebut kondisi tahun ini sebagai salah satu yang paling berat sepanjang dirinya bekerja.
“Dulu ekonomi masih jalan, penumpang ada terus. Sekarang sangat terasa sepi. Kadang sehari belum tentu cukup untuk kebutuhan rumah,” ujarnya saat ditemui di pangkalan ojek Kompas, kompleks pasar Serui, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, para ojek kini harus ekstra sabar menunggu penumpang. Waktu lebih banyak habis di pangkalan dibandingkan di jalan mengantar pelanggan. Biaya operasional seperti bensin dan perawatan kendaraan tetap berjalan, sementara pemasukan tak menentu.
Di tengah kondisi sulit itu, kekhawatiran baru pun muncul. Para pengemudi ojek pangkalan resah dengan isu masuknya transportasi berbasis aplikasi seperti Maxim ke Serui.
Mereka menilai, jika layanan tersebut benar-benar beroperasi, persaingan akan semakin ketat dan bisa semakin menekan penghasilan ojek lokal.
“Sekarang saja sudah susah. Kalau Maxim masuk, bagaimana lagi nasib kami?” keluh Han.
Para pengemudi berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap kondisi ini. Ojek pangkalan merupakan tulang punggung ekonomi bagi banyak keluarga kecil di Serui. Mereka meminta perhatian dan kebijakan yang berpihak, agar roda ekonomi kembali bergerak dan penghasilan mereka tidak terus tergerus oleh keadaan.
Penulis: Ignatius Aninam
Editor: Tamrin Sinambela
