MEPAGO.CO

Terpercaya dan Selalu Ada Dihati

banner 728x100

Pemprov Papua Wacanakan Penutupan Akses Transportasi Wilayah La Pago dan Mee Pago

Pemprov Papua Wacanakan Penutupan Akses Transportasi Wilayah La Pago dan Mee Pago
Sekretaris Daerah Papua, T.E.A. Hery Dosinaen, S.IP.M.KP

MEPAGO.CO. JAYAPURA- Pemerintah Provinsi Papua mewacanakan penutupan akses transportasi di pintu-pintu masuk bandara maupun pelabuhan laut di wilayah adat La Pago dan Mee Pago. Penutupan ini dilakukan guna mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Bumi Cenderawasih.

Wacana itu disampaikan Sekda Papua, Hery Dosinaen usai rapat terbatas bersama Satgas Covid-19 Papua di Jayapura, rapat juga dihadiri para Bupati, Senin 23 Maret 2020. Meskipun kata Sekda akan diputuskan pada rapat terbatas Gubernur Papua bersama para bupati dan walikota, Selasa Besok, Hery menilai penutupan akses transportasi di dua wilayah adat itu mesti segera dilakukan agar virus Corona tak sampai menyebar ke wilayah pegunungan.

“Intinya ini sebagai pencegahan supaya virus ini tak menyebar ke dua wilayah ada itu. Makanya perlu segera kita tutup arus perpindahan manusia dari dan ke Mee Pago maupun La Pago,” tegasnya seperti dikutip dari papua.co.id, kemarin.

Diketahui, wilayah adat Mee Pago meliputi Kabupaten Dogiyai, Deiyai, Nabire, Intan Jaya, Paniai dan Mimika. Sementara wilayah adat La Pago terdiri dari kabupaten-kabupaten yang ada di wilayah pegunungan tengah sisi timur, yakni Kabupaten Jayawijaya, Pegunungan Bintang, Lanny Jaya, Tolikara, Nduga, Puncak Jaya, Yalimo, Yahukimo, Membramo Tengah dan Kabupaten Puncak.

Hingga saat ini seluruh kabupaten di dua wilayah adat itu belum ada laporan maupun temuan kasus Covid-19.

Sementara terkait penutupan akses bandara di Kabupaten Puncak dan Asmat, Sekda menilai wajar sebab kepala daerah setempat dinilai lebih tahu kondisi wilayahnya. “Tidak ada masalah (bagi kabupaten yang sudah duluan membatasi akses masuk keluar di pintu masuk bandara maupu pelabuhan). Karena itu sesuai kondisi daerah,” tambahnya.

Sebelumnya Gubernur Papua Lukas Enembe menyebut ada kemungkinan diberlakukan opsi lockdown atau karantina wilayah untuk mencegah penyebaran Corona. 

Ada pula opsi pembatasan sosial atau penutupan arus keluar masuk orang di seluruh pintu masuk pelabuhan maupun bandara Papua sampai dengan batas waktu yang ditentukan.

Sementara itu, berdasarkan data dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di RSUD Merauke dipastikan sudah positif Covid-19. (***)

Editor : Robin Sinambela

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan