Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Ditutup

Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Waropen, Bob Woriori, S.STP., M.Si., bersama Kepala BPS Kabupaten Waropen, Tardas Manahan Silitonga, S.Sos (tengah)., berfoto bersama jajaran BPS, instruktur daerah, serta peserta Pelatihan Petugas PCL dan PML Sensus Ekonomi 2026 usai acara penutupan di Aula Hotel Merpati, Sabtu (13/6/2026). (Ft: Dok/BPS Waropen)

WAROPEN | MEPAGO.CO – Pelatihan Petugas Pencacah Lapangan (PCL) dan Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Waropen resmi ditutup oleh Bupati Waropen melalui Plt. Sekretaris Daerah, Bob Woriori, S.STP., M.Si., di Aula Hotel Merpati, Sabtu (13/6/2026) malam. Penutupan ditandai dengan penabuhan tifa sebagai simbol berakhirnya rangkaian pelatihan yang telah berlangsung selama enam hari.

Dalam sambutan Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si yang dibacakan Plt. Sekda Bob Woriori, ditegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan program strategis nasional yang wajib mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah.

Menurutnya, data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah maupun nasional selama sepuluh tahun ke depan.

Sensus Ekonomi 2026 adalah program nasional yang harus kita sukseskan bersama. Data yang dikumpulkan para petugas akan menjadi tolok ukur pembangunan dan perencanaan ekonomi pada masa mendatang,” ujar Woriori.

Pemerintah Kabupaten Waropen juga memberikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Waropen atas sinergi, koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi yang selama ini terus terjalin dengan pemerintah daerah, Forkopimda, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Selain itu, apresiasi juga disampaikan kepada para instruktur daerah, pengawas lapangan, dan petugas lapangan yang telah mengikuti pelatihan serta akan menjalankan tugas pencacahan di lapangan hingga 31 Agustus 2026 mendatang.

Pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Waropen berkomitmen mendukung pelaksanaan sensus ini hingga ke distrik dan kampung-kampung. Semangat para petugas sangat dibutuhkan karena pekerjaan yang dilakukan hari ini akan menjadi sejarah dan manfaatnya akan dirasakan generasi mendatang,” katanya.

Woriori juga mengingatkan para petugas agar tidak mudah menyerah dalam menjalankan tugas di lapangan. Ia meyakini masyarakat Waropen pada dasarnya terbuka dan ramah terhadap petugas sensus selama tujuan dan manfaat kegiatan dapat dijelaskan secara baik dan transparan.

“Jika ada masyarakat yang belum memahami atau kurang merespons, teruslah berusaha memberikan penjelasan. Apabila menemui kendala di lapangan, segera laporkan kepada penanggung jawab untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku,” pesannya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Waropen, Tardas Manahan, S.Sos., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan petugas Sensus Ekonomi 2026 berlangsung di Aula Hotel Merpati sejak 8 hingga 13 Juni 2026 dan dibagi dalam dua gelombang atau dua kelas.

Sebanyak 54 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Kelas A terdiri dari 26 peserta yang meliputi 23 petugas lapangan, satu instruktur daerah, dan dua panitia.

Sementara Kelas B juga berjumlah 26 peserta yang terdiri dari petugas lapangan, satu instruktur daerah, dan dua panitia.

Menurut Tardas, selama pelatihan para peserta dibekali pemahaman teknis mengenai metode pendataan, penggunaan instrumen sensus, tata cara wawancara, hingga mekanisme pelaporan data di lapangan.

“Kami berharap pelatihan yang berlangsung selama tiga hari efektif untuk masing-masing kelas ini dapat meningkatkan kapasitas dan pemahaman petugas sehingga siap melaksanakan tugas pendataan secara profesional, akurat, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *