Pemkab Waropen Resmi Sepakati Pembebasan Lahan RS Rodo Fabo Tipe C

Bupati Waropen F.X. Mote menyampaikan arahan dalam pertemuan kesepakatan pembebasan lahan RS Rodo Fabo Tipe C. ( Ft: TIM) 

WAROPEN | MEPAGO.CO  Pembangunan Rumah Sakit (RS) Rodo Fabo Tipe C di Kabupaten Waropen memasuki tahapan penting setelah Pemerintah Kabupaten Waropen bersama masyarakat adat pemilik hak ulayat secara resmi menyepakati proses pembebasan lahan. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penyerahan berita acara penyerahan tanah adat dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Waropen, Kamis, 22 Januari 2026.

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Waropen Drs. F.X. Mote, M.Si dan Wakil Bupati Yoel Boari, Wakil Ketua III DPRK Waropen Simson Boari, unsur TNI/Polri, Plt Sekda Waropen Bob Woriori, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Dalam pertemuan itu disepakati nilai pelepasan tanah adat sebesar Rp 4 miliar.

Pemerintah daerah telah menyalurkan pembayaran tahap awal sebesar Rp 2 miliar, sementara sisa pembayaran sebesar Rp 2 miliar akan diselesaikan dalam waktu dekat secara terbuka dan disaksikan oleh seluruh unsur masyarakat.

Bupati Waropen F.X. Mote menegaskan bahwa penyediaan lahan merupakan tanggung jawab penuh pemerintah daerah demi mendukung pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Waropen. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat adat yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan rumah sakit tersebut.

“Rumah sakit tipe C ini direncanakan memiliki tiga lantai. Ini merupakan jawaban atas kerinduan masyarakat Waropen untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih optimal di negeri sendiri. Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar proses ini berjalan lancar,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa proyek strategis RS Rodo Fabo telah masuk dalam tahapan tender nasional dengan nilai investasi mencapai lebih dari Rp 200 miliar, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Besarnya skala pembangunan ini membuat masyarakat adat berharap agar realisasi fisik rumah sakit dapat segera dimulai sehingga manfaat pelayanan kesehatan dapat dirasakan tepat waktu.

⁷Dukungan masyarakat adat dibuktikan melalui penyerahan berita acara pelepasan lahan oleh perwakilan keluarga pemilik hak ulayat kepada pemerintah daerah. Prosesi tersebut disaksikan oleh Wakil Ketua III DPRK Waropen, Plt Sekda Bob Woriori, Kabag Tata Pemerintahan Michael Rumabar, perwakilan Lembaga Masyarakat Adat (LMA), Dewan Adat Waropen, serta unsur TNI dan Polri.

Dengan terselesaikannya persoalan lahan, pembangunan RS Rodo Fabo diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Waropen serta menjadi fasilitas pelayanan medis yang representatif di wilayah tersebut.

 

Penulis: TIM

Editor: Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *