Pemkab Waropen Tinjau Pewarna Kain dari Kulit Bakau

Plt. Sekda Waropen Bob Woriori, S.STP., M.Si., mengenakan seragam Korpri saat memegang kain hasil pewarnaan berbahan alami kulit bakau bersama tim pengembang. (Ft: IST)

WAROPEN | MEPAGO.CO – Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Kabupaten Waropen, Bob Woriori, S.STP., M.Si., didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Waropen yakni Asisten II Setda bersama para pimpinan OPD melakukan peninjauan produk pewarna bahan kain yang memanfaatkan kulit bakau sebagai bahan baku.

Peninjauan tersebut merupakan bagian dari pengembangan potensi sumber daya alam lokal melalui inovasi pengolahan bahan baku alami menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Produk pewarna kain tersebut dikembangkan melalui kerja sama antara Universitas Papua (Unipa), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit XVII Waropen.

Dalam peninjauan itu, Plt. Sekda bersama jajaran Pemkab Waropen melihat secara langsung hasil pengolahan kulit bakau yang dimanfaatkan sebagai bahan pewarna kain. Inovasi tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut, khususnya dalam mendukung pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Kerja sama Unipa, UGM dan KPHP Unit XVII Waropen diharapkan dapat mendorong pengembangan penelitian dan inovasi berbasis potensi lokal, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk yang memiliki nilai tambah.

Pemanfaatan kulit bakau sebagai bahan pewarna juga menjadi salah satu bentuk upaya memperkenalkan alternatif bahan pewarna alami yang bersumber dari kekayaan hayati daerah.

Pemerintah Kabupaten Waropen melalui peninjauan tersebut menunjukkan dukungan terhadap pengembangan inovasi yang melibatkan perguruan tinggi dan pengelola kawasan hutan. Kolaborasi lintas lembaga diharapkan dapat menghasilkan produk yang tidak hanya bernilai secara akademis, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat.

Plt. Sekda Bob Woriori menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi dan pihak pengelola hutan dalam menggali serta mengembangkan potensi sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Waropen.

Kegiatan peninjauan turut diikuti sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Waropen sebagai bagian dari upaya melihat langsung potensi pengembangan produk berbasis sumber daya alam lokal tersebut. (Redaksi)

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *