Tak ada meja dan kursi yang menghalangi semangat belajar. Duduk melantai, mereka menata mimpi untuk masa depan. Dari PKBM Ronggaiwa, harapan anak bangsa Waropen terus tumbuh. (Ft: IST)
WAROPEN | MEPAGO.CO – Kepedulian terhadap pendidikan anak mendorong Pemerintah Kampung Ronggaiwa membuka Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) secara gratis. Program ini hadir untuk memberikan pendampingan belajar, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan penguatan kemampuan dasar membaca dan berhitung.
Kepala Kampung Ronggaiwa, Yohanes Bisi Wonatorey, mengatakan program tersebut berangkat dari perhatian terhadap kondisi pendidikan anak-anak di wilayahnya. Terlebih, hingga kini Kampung Ronggaiwa belum memiliki sekolah.
“Program pendidikan itu salah satu hal yang paling penting. Apalagi di Kampung Ronggaiwa tidak ada sekolah,” kata Yohanes kepada media ini, Rabu (2/9/2026) malam.
Menurut Yohanes, pada awalnya kegiatan PKBM diarahkan untuk membantu pengenalan aksara bagi anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sekaligus memberikan pendampingan pendidikan dasar. Namun, dalam pelaksanaannya, ditemukan sejumlah anak sekolah dasar, termasuk kelas III dan IV, yang masih membutuhkan pendampingan dalam kemampuan membaca.
“Ini membuat saya sebagai Kepala Kampung Ronggaiwa berangkat dari keprihatinan terhadap anak-anak bangsa di Kabupaten Waropen. Ada sekitar 30 anak yang mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.
Ia berharap perhatian terhadap kemampuan dasar membaca dan berhitung terus ditingkatkan, mengingat kedua kemampuan tersebut menjadi fondasi penting bagi anak dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah.
Peserta PKBM tidak hanya berasal dari Kampung Ronggaiwa. Anak-anak dari Kampung Paradoi, Mambuy, Apainabo, Sanggehi, dan Rorisi juga diberikan kesempatan mengikuti kegiatan belajar.
Pembelajaran dilaksanakan setiap Senin hingga Kamis dan dipusatkan di Balai Kampung Ronggaiwa. Anak-anak dari berbagai sekolah dipersilakan mengikuti pendampingan tanpa dipungut biaya.
Status Administrasi Masih Berproses
Meski kegiatan pembelajaran telah berjalan, Yohanes menjelaskan bahwa status kelembagaan PKBM Ronggaiwa masih dalam proses di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, termasuk terkait Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Status NPSN dan Dapodik dari dinas masih dalam proses. Ada beberapa kriteria yang menjadi penilaian dinas. Namun, untuk membantu anak-anak tetap harus belajar,” jelasnya.
Ia menilai proses administrasi tetap penting, namun kebutuhan anak-anak terhadap pendampingan belajar juga perlu mendapat perhatian. Karena itu, Pemerintah Kampung Ronggaiwa memilih menjalankan kegiatan pembelajaran sembari menunggu proses administrasi dan pembinaan dari instansi terkait.
Kegiatan tersebut melibatkan Kevin Daya, S.Pd dari Institut Real Batam sebagai tenaga pengajar utama, dibantu sejumlah guru PAUD di Ronggaiwa.
Pada tahap awal, pembelajaran difokuskan pada kemampuan membaca dan berhitung. Selanjutnya, program direncanakan dikembangkan dengan materi Bahasa Inggris dan komputer mulai 2027.
Untuk mendukung kegiatan, Pemerintah Kampung Ronggaiwa mengalokasikan insentif bagi tenaga pengajar melalui Dana Desa serta terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terkait dukungan operasional PKBM dan PAUD.
Yohanes menegaskan kegiatan tersebut diberikan secara cuma-cuma kepada anak-anak.
“Tidak dipungut biaya sepeser pun dari anak-anak. Ini kami lakukan dengan ikhlas, bagaimana anak-anak dapat belajar dengan baik dan penuh sukacita demi masa depan anak negeri Waropen yang lebih baik,” pungkasnya.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela







