Polairud Waropen Evakuasi Korban Laka Laut di Perairan Saireri

Kasat Polairud bersama tim saat proses evakuasi korban di lokasi kejadian. (Ft:Dok/Humas)

WAROPEN | MEPAGO.CO – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Waropen melaksanakan kegiatan pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan laut (laka laut) yang terjadi di perairan Saireri, pesisir Kampung Raiwuto, pada Selasa (13/01/2026) pagi.

Kapolres Waropen AKBP Iip Syarif Hidayat, S.H., dalam keterangannya melalui Kasat Polairud Polres Waropen AKP. Jack Elton Rumbiak, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan oleh Rudy Wairara, warga Kampung Mambai, sekitar pukul 08.15 WIT, saat melintas menggunakan speed boat menuju Waropen.

Di sekitar Tanjung 14, pelapor melihat sebuah speed boat terbalik akibat cuaca buruk. Pelapor kemudian menyelamatkan tiga orang korban ke tepi pantai dan melanjutkan perjalanan ke Sanggai untuk melaporkan kejadian tersebut ke Pos Jaga Polairud.

Menindaklanjuti laporan itu, pada pukul 08.30 WIT, Kasat Polairud Polres Waropen bersama anggota langsung bergerak dari Kali Sanggai menuju lokasi kejadian dan melakukan evakuasi korban di pesisir perairan Saireri.

Kasat Polairud Polres Waropen bersama tim saat melakukan evakuasi korban kecelakaan laut di perairan Saireri. (Ft: Humas)

Kronologi Kejadian

Kecelakaan laut tersebut berawal pada Senin (12/01/2026), ketika para korban berangkat dari Kampung Demba dengan tujuan ke Kabupaten Waropen. Dalam perjalanan, mereka tertahan di sekitar Tanjung Demba akibat cuaca buruk dan bermalam di rumah nelayan setempat.

Pada Selasa (13/01/2026) sekitar pukul 05.45 WIT, karena kondisi laut masih tidak bersahabat, enam orang memilih melanjutkan perjalanan melalui darat dengan menyeberangi Tanjung 14, sementara tiga orang lainnya melanjutkan perjalanan melalui laut menggunakan speed boat.

Namun, akibat angin kencang dan gelombang besar, speed boat tersebut terbalik dan tenggelam. Beruntung, ketiga korban berhasil menyelamatkan diri.
Hingga saat ini, speed boat dan mesin tempel belum dapat dievakuasi karena keterbatasan peralatan.

Kerugian materiil

Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai:
1 unit speed boat tipe 19 vit ± Rp35.000.000
2 unit mesin tempel Yamaha 15 PK ± Rp60.000.000
1 unit sepeda motor Mio Soul ± Rp25.000.000
1 unit laptop merek Toshiba ± Rp5.500.000
Uang tunai ± Rp2.500.000

Data Korban

Korban laka laut berjumlah 9 orang, yakni:
Oto Eldrin Jitmau (Pendeta)
Nufendi Tuan (istri pendeta)
Anita Erari
Aplena Gamai
Esau Yakup Jitmau (anak)
Abraham Jitmau (anak)
Petrus Pandori
Daniel Perkowe (mahasiswa)
Hanok Sikowai (PNS). Seluruh korban dilaporkan selamat.

Kegiatan evakuasi dipimpin oleh Kasat Polairud Polres Waropen, AKP. Jack Elton Rumbiak, bersama:
IPDA Felix Kafiar
AIPDA Oscar Janggo
BRIPDA Isak Wonaterei

Langkah yang dilakukan meliputi pelaporan kepada pimpinan, penyiapan personel dan perlengkapan, serta pengerahan speed boat beserta BBM menuju lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban.

Kapolres mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, untuk lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem serta tidak memaksakan pelayaran apabila kondisi laut tidak memungkinkan, demi keselamatan bersama.

 

Penulis: Tamr8n Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *