Stop ! Bikin Gerakan Tambahan, Fokus Kerja Saja

PLT Sekretaris DPD PD Papua Boy Markus Dawir saat menggunting fita pada acara Pemberkatan Kantor Sekretariat Panitia Muscab dan Musda DPD Partai Demokrat Papua di Bucend, Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Sabtu 20 Februari 2021. (FT : Robin Sinambela)

‘Saya Masih Ketua DPD PD Papua,’ Pesan Lukas

MEPAGO.CO. JAYAPURA– Ketua DPD Partai Demokrat Papua, Lukas Enembe, SIP, MH menginginkan pelaksanaan Musyawarah cabang (Muscab) DPC Partai Demokrat Kabupaten dan Kota Se-Papua, digelar lebih dulu dari Musda. Lantaran kepengurusan Lukas Enembe sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Papua belum berakhir periode 2017-2022. Namun  AD/ART Partai Demokrat mengamanatkan Musda lebih dulu digelar dari Muscab.

Oleh karena itu, DPD Partai Demokrat Papua telah mengirim surat kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), agar Muscab digelar lebih dahulu kemudian disusul Musyawarah daerah (Musda). ‘’ Saya masih ketua DPD PD Papua,’’ pesan Lukas Enembe melalui Plt Sekretaris DPD PD Papua, Boy Markus Dawir (BMD) pada acara pemberkatan secretariat panitia Musda dan Muscab DPD PD Papua, Sabtu 20 Februari 2020.

Hari ini kata BMD adalah hari kerja, stop bikin gerakan tambahan. Itu gak ada gunanya. ‘’Lebih baik baik kita fokus kerja bagaimana supaya tahun 2024 Partai Demokrat Papua lebih baik lagi dan lebih dicintai masyarakat,’’ pintanya.

Ia mengaku bangga melihat semua kader PD Papua, semua kader sejati Partai Demokrat Papua, termasuk panitia yang telah diberikan tugas, telah menyatakan kesiapanya untuk menggelar Musda dan Muscab.’’ Kami kini tinggal menunggu SK DPP PD Pusat, apakah Musda lebih dahulu dilakukan, setelah itu Muscab atau sebaliknya kami sudah siap,’’ kata BMD sapaan akrabnya.

HANYA INJIL

Acara pemberkatan secretariat panitia Musda dan Muscab ini dalam kotbahnya Pdt, Norman Wandikbo yang juga selaku ketua GIDI ini mengambil nats kotbah dari Roma ayat 1 dan 17 mengatakan injil adalah kekuatan Allah. Oleh karena itu Papua bisa berubah karena firman yang hidup.

Sejarah membuktikan partai gagal membangun Papua. Ia meyakini hanya injil yang bisa membangun Papua. Untuk itu, jika partai ingin membangun Papua harus tetap beralasakan injil. Sebab didalamnya nyata kebenaran Allah yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman.’’Orang benar akan hidup oleh iman.’’

‘’Saya berharap dari secretariat ini akan melahirkan pemimpin-pemimpin partai yang unggul dan pemimpin daerah yang takut akan Tuhan,’’ kata Norman. (***)

Editor : Robin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *