WAROPEN | MEPAGO CO – Prajurit Yonif TP 860/NSK bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Waropen menggelar pelatihan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran.
Kegiatan tersebut berlangsung di Marshalling Area, Kabupaten Waropen, Provinsi Papua, Rabu (2/9/2026).
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi potensi kebakaran, baik di lingkungan kesatrian maupun saat melaksanakan tugas di wilayah.
Kegiatan dipimpin langsung Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Waropen, Petrus Tanati, bersama jajaran BPBD dan tim pemadam kebakaran.
Dalam pelatihan tersebut, para prajurit tidak hanya mendapatkan pembekalan teori, tetapi juga mengikuti praktik penanganan kebakaran secara langsung.
Materi diawali dengan teori pemadaman api yang berlangsung pukul 10.30 hingga 11.00 WIT. Setelah jeda istirahat, salat, dan makan, kegiatan dilanjutkan pada pukul 13.00 WIT.
Pada sesi praktik, peserta mendapatkan materi mengenai teknik pemadaman api ringan hingga penanganan api besar. Prajurit diberikan pemahaman mengenai langkah yang tepat dalam menghadapi kebakaran agar dapat bertindak cepat, tepat, dan terukur ketika terjadi keadaan darurat.
Pelatihan tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara Yonif TP 860/NSK dengan BPBD serta tim Damkar Kabupaten Waropen dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.
Kerja sama lintas instansi dinilai penting, terutama dalam menghadapi situasi darurat yang membutuhkan respons cepat serta koordinasi yang baik untuk meminimalisir risiko terhadap personel maupun kerugian materiil.
Melalui pelatihan ini, pengetahuan dan keterampilan praktis yang diperoleh para prajurit diharapkan dapat menjadi bekal dalam menghadapi kondisi darurat kebakaran di lapangan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Ke depan, pelatihan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkala guna menjaga sekaligus meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan operasional prajurit Yonif TP 860/NSK.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya kesiapan personel tidak hanya dalam pelaksanaan tugas utama, tetapi juga dalam menghadapi berbagai situasi darurat yang dapat terjadi sewaktu-waktu di lingkungan satuan maupun wilayah tugas. (Pen Yonif TP 860)
Editor: Tamrin Sinambela







