Prosesi Adat Sambut Wabup dan Sekda, di HUT PI ke-94 Kampung Ghoyui/Paradoi

Wakil Bupati Waropen, Yowel Boari, menerima penyematan topi adat dan mengikuti prosesi injak piring setibanya di Kampung Ghoyui/Paradoi, sebelum memasuki lokasi ibadah HUT Pekabaran Injil ke-94 sebagai bentuk penghormatan dan penerimaan secara adat oleh masyarakat setempat. (Ft: Tamrin/mepago.co)

WAROPEN | MEPAGO.CO – Perayaan Ibadah Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil (PI) ke-94 digelar pada Sabtu (28/2/2026) di Kampung Ghoyui/Paradoi, Distrik Waropen, Kabupaten Waropen. Ibadah berlangsung khidmat dan penuh sukacita, dihadiri ratusan jemaat serta unsur pemerintah daerah.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Waropen Yowel Boari bersama Plt. Sekda Bob Woriori, S.STP., M.Si, Kapolres yang diwakili Kasat Bimas, Kompol. Viktor Tethool Plt, anggota DPRK, Herny Watopa,  Kadis Pariwisata Musa Kandenapa, Plt. Kadis Perhubungan dan Informatika Melky Watopa, Plt. Kadis Sosial, Plt. Kadis Perpustakaan, Kabag Kesra Setda Waropen Urbanus Wopari, para ADC Wakil Bupati dan Sekda, serta staf Humas.

Rombongan Wakil Bupati dan Plt. Sekda bertolak menuju lokasi menggunakan dua speed boat dari Kali Sanggei dengan waktu tempuh sekitar 10 menit. Setibanya di dermaga Kampung Ghoyui, panitia dan masyarakat telah bersiap menyambut kedatangan rombongan.

Foto atas: Plt. Sekda Waropen bersama istri memasuki lokasi ibadah usai menerima prosesi adat injak piring sebagai bentuk penghormatan dan penerimaan secara adat oleh masyarakat Kampung Ghoyui/Paradoi.
Foto bawah: Wakil Bupati Waropen, Yowel Boari, menyalami para panitia HUT Pekabaran Injil (PI) ke-94 usai menerima prosesi adat penyambutan di dermaga Kampung Ghoyui. (Ft: Tamrin)

Sebagai bentuk penghormatan dan penerimaan secara adat, Wakil Bupati disambut dengan penyematan topi adat serta prosesi adat injak piring. Prosesi yang sama juga dilakukan kepada Plt. Sekda. Penyambutan tersebut menjadi simbol penghargaan masyarakat kepada pemerintah yang hadir dalam momentum iman bersejarah itu.
Perayaan HUT PI ke-94 tahun ini mengusung tema: “Kasih Kristus Menggerakkan Kemandirian Gereja Mewujudkan Keadilan, Perdamaian dan Kesejahteraan” dengan subtema: “Kesatuan dan Kebersamaan di dalam Tuhan sebagai Bentuk Kepedulian kepada Sesama dan Alam.”
Ibadah dipusatkan di Kampung lama Ghoyui, lokasi berdirinya tugu Pekabaran Injil. Di tempat inilah pembawa suluh Kristus, Corneles Ghaisarei Bonay, pertama kali mendarat pada 28 Februari 1932 untuk memberitakan Injil kepada masyarakat setempat.

Sebelum ibadah dimulai, acara diawali dengan prosesi tarian adat yang mengantar para pelayan firman memasuki tempat ibadah. Ibadah dipimpin oleh Ricky Seldjatem, S.Kom., S.Si. Tata ibadah menggunakan bahasa Waropen dialek Paradoi yang dipadukan dengan bahasa Indonesia.

Sejak pagi, masyarakat terus berdatangan memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti rangkaian ibadah. Momentum ini tidak hanya menjadi peringatan sejarah masuknya Injil, tetapi juga mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam semangat iman dan persatuan.

 

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *