Ritual adat ini menjadi simbol penghormatan terakhir sekaligus bentuk keikhlasan keluarga dan masyarakat adat untuk melepas kepergian korban agar beristirahat dengan tenang. Prosesi turut dihadiri tokoh adat, Kasat Polairud Polres Waropen, dan Kapospol Wapoga sebagai wujud penghormatan terhadap nilai-nilai adat dan kebersamaan dalam menghadapi duka. (Ft: Dok/mepago.co)
WAROPEN | MEPAGO.CO – Masyarakat Suku Sudate di Kampung Otodemo, Distrik Wapoga, Kabupaten Waropen, menggelar prosesi adat untuk mengakhiri pencarian korban kecelakaan laut speedboat yang hingga kini belum ditemukan setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih 10 hari. Prosesi tersebut berlangsung pada Minggu (26/7/2026).
Prosesi adat dipimpin oleh Kepala Suku Sudate, didampingi para tokoh adat setempat, serta dihadiri Kasat Polairud Polres Waropen AKP Elton Jack Rumbiak dan Kapospol Wapoga. Ritual adat dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus mengikhlaskan korban agar beristirahat dengan tenang.
Kapolres Waropen AKBP Iip Syarif Hidayat, S.H., melalui Kasat Polairud AKP Elton Jack Rumbiak mengatakan, pihak kepolisian bersama tim gabungan telah berupaya semaksimal mungkin melakukan pencarian terhadap korban sejak peristiwa kecelakaan laut terjadi.
“Kami telah melakukan pencarian secara maksimal bersama tim gabungan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menemukan korban, namun hingga saat ini belum membuahkan hasil,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Suku Sudate Kampung Otodemo, Bekri Kofi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya Polres Waropen, yang telah membantu proses pencarian selama kurang lebih 10 hari.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Waropen dan seluruh tim yang telah bekerja keras melakukan pencarian. Karena hingga saat ini belum ada petunjuk maupun titik terang keberadaan korban, maka masyarakat Kampung Otodemo memutuskan melaksanakan prosesi adat Suku Sudate sebagai bentuk penghormatan dan mengikhlaskan mendiang agar beristirahat dengan tenang,” ungkap Bekri Kofi.
Pada kesempatan tersebut, AKP Elton Jack Rumbiak juga mengimbau masyarakat, operator transportasi sungai, maupun perusahaan yang menggunakan sarana transportasi air agar selalu mengutamakan keselamatan pelayaran. Ia meminta setiap operator memperhatikan kapasitas muatan, memastikan kondisi mesin dalam keadaan layak, serta mempertimbangkan kondisi cuaca dan debit air sebelum melakukan perjalanan guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa.
Prosesi adat tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi penanda berakhirnya upaya pencarian korban, sekaligus wujud penghormatan masyarakat adat kepada korban sesuai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. (Humas Polres Waropen)
Editor: Tamrin Sinambela







