Putra Wapoga Dirikan PT Sinar Papua Pertambangan

Abner Didat (tengah) saat berfoto bersama usai menyampaikan rencana pengembangan PT Sinar Papua Pertambangan. ( Ft: Tamrin/mepago.co(

WAROPEN | MEPAGO.CO – Putra asli Wapoga, Kabupaten Waropen, Abner Didat, mendorong keterlibatan putra-putri Papua dalam pengelolaan sumber daya alam di daerahnya. Melalui PT Sinar Papua Pertambangan, Abner yang menjabat sebagai Direktur Utama menyatakan kesiapan untuk mengembangkan potensi pertambangan, termasuk potensi emas yang menurutnya terdapat di wilayah Wapoga dan sekitarnya.

Hal tersebut disampaikan Abner Didat kepada media ini, Senin (21/9/2026). Ia mengatakan, kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Waropen harus dapat dikelola dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Menurut Abner, potensi sumber daya alam di Waropen merupakan peluang yang perlu dipersiapkan dan dikelola secara profesional dengan melibatkan sumber daya manusia asli Papua.

“Putra daerah harus mampu bangkit dan berani mengelola kekayaan alam sendiri. Karena itu, saya mendirikan PT Sinar Papua Pertambangan sebagai salah satu langkah untuk mulai mempersiapkan pengelolaan potensi sumber daya alam yang ada,” kata Abner.

Ia menegaskan, apabila perusahaan yang dipimpinnya nantinya telah beroperasi, pihaknya akan memprioritaskan keterlibatan putra-putri Papua, khususnya masyarakat Waropen.

“Terus terang, dalam perusahaan yang saya pimpin ke depan, harus mengutamakan putra dan anak-anak Papua sendiri,” ujarnya.

Abner menilai, kehadiran perusahaan di sektor pertambangan diharapkan tidak hanya berorientasi pada kegiatan usaha, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.

Ia menyebut, apabila kegiatan perusahaan dapat berjalan, manfaat ekonomi diharapkan dirasakan masyarakat di Distrik Wapoga, Distrik Inggerus, serta wilayah di sekitarnya melalui terbukanya lapangan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat lokal.

“Kalau perusahaan ini sudah beroperasi, tentu kami berharap dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Waropen, khususnya Wapoga dan Inggerus serta kawasan sekitarnya,” katanya.

Selain aspek ekonomi, Abner juga menyampaikan bahwa dirinya memiliki keterkaitan dengan wilayah adat Wapoga. Ia mengaku sebagai salah satu pemilik hak ulayat di kawasan yang menurutnya memiliki potensi pertambangan emas dan sumber daya alam lainnya.

“Ini baru saya persiapkan. Saya sebagai putra Wapoga mencoba menerobos dan membuat terobosan untuk mengelola sumber daya alam yang melimpah ini. Apalagi saya juga merupakan bagian dari pemilik hak ulayat,” ungkapnya.

Abner menambahkan, pembentukan PT Sinar Papua Pertambangan merupakan langkah awal yang masih dalam tahap persiapan. Ia berharap ke depan perusahaan tersebut dapat berkembang dan menjadi wadah bagi anak-anak Papua untuk mengambil bagian dalam pengelolaan potensi sumber daya alam di daerah sendiri.

Namun, untuk merealisasikan kegiatan pertambangan, perusahaan tetap perlu memenuhi ketentuan perizinan, persyaratan teknis, lingkungan, serta ketentuan terkait hak ulayat dan aturan pertambangan yang berlaku.

Abner berharap langkah yang dilakukan tersebut dapat menjadi awal keterlibatan lebih besar masyarakat asli Papua dalam pengelolaan sumber daya alam, sehingga manfaat ekonomi dari kegiatan usaha dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat di wilayah Waropen.

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *