YAPEN | MEPAGO CO – Anggota MPR RI, Tonny Tesar, S.Sos., melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Gedung Gereja Pniel Serui, Jalan Moh. Hatta, Serui Kota, Distrik Yapen Selatan, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, Jumat (17/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Tonny Tesar didampingi Yohanis Wanane dan Eduard Norman Banua. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya nilai-nilai kebangsaan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman Indonesia.
Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang disosialisasikan meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam pemaparannya, Tonny Tesar menjelaskan bahwa keempat pilar tersebut merupakan nilai fundamental yang perlu dipahami dan diimplementasikan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila tetap menjadi dasar negara dan fondasi kehidupan berbangsa, sedangkan UUD 1945 menjadi landasan konstitusional dalam penyelenggaraan negara.
Pancasila sebagai pilar pertama mengandung lima sila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Pilar kedua, UUD 1945, merupakan konstitusi negara yang menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan sekaligus mengatur hak dan kewajiban warga negara.
Selanjutnya, NKRI sebagai bentuk negara menegaskan komitmen seluruh masyarakat untuk menjaga keutuhan wilayah dan kedaulatan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Keutuhan negara tersebut merupakan hasil perjuangan para pendahulu bangsa yang harus terus dipertahankan.
Sementara Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan yang mencerminkan keberagaman Indonesia. Meskipun masyarakat memiliki perbedaan suku, agama, ras, budaya, bahasa, dan adat istiadat, seluruhnya tetap berada dalam satu kesatuan sebagai bangsa Indonesia.
Tonny Tesar menekankan bahwa pemahaman terhadap Empat Pilar tidak cukup hanya diketahui secara teori, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dengan menjaga toleransi, menghormati perbedaan, mengutamakan musyawarah, menjunjung persatuan, serta ikut menjaga keamanan dan keutuhan lingkungan.
Menurutnya, penguatan wawasan kebangsaan menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan zaman, termasuk potensi radikalisme, intoleransi, konflik sosial, dan ancaman disintegrasi bangsa.
Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami kedudukan dan nilai Empat Pilar serta mampu menerapkannya dalam kehidupan keluarga, lingkungan gereja, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kegiatan di Gedung Gereja Pniel Serui ini sekaligus menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk memperkuat semangat persatuan serta membangun kehidupan sosial yang harmonis berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela







