Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., menyematkan topi adat sekaligus menyerahkan noken kepada Uskup Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A., saat prosesi penyambutan adat di bibir Pantai Kali Sanggei, Minggu (25/10/2026). Momen ini menjadi simbol penghormatan, penerimaan, dan persaudaraan masyarakat adat Waropen kepada pimpinan Keuskupan Timika yang berkunjung ke Negeri Seribu Bakau. (Ft: Jery/mepago.co)
WAROPEN | MEPAGO.CO – Pimpinan Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A., melakukan kunjungan ke Kabupaten Waropen, yang dikenal sebagai Negeri Seribu Bakau, pada Minggu (25/10/2026). Kedatangan Uskup Timika tersebut disambut secara adat di bibir Pantai Kali Sanggei oleh Pemerintah Kabupaten Waropen, tokoh adat, unsur TNI-Polri, serta ratusan umat Katolik dari berbagai wilayah di Waropen.
Penyambutan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., bersama Kapolres Waropen AKBP Tofan Irdiyanto, S.Sos., Pabung Kodim 1709/Yawa, Plt. Asisten II Setda Waropen, Kepala Suku Besar Samggei, dan ratusan umat Katolik hadir menyambut kedatangan pimpinan Keuskupan Timika tersebut.
Dalam prosesi penyambutan adat, Bupati Fransiscus Xaverius Mote menyerahkan topi adat dan noken kepada Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A. Pemberian atribut adat tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus ungkapan penerimaan masyarakat Waropen terhadap tamu yang datang berkunjung.


Kepala Suku Besar Samggei, Yusak Wonatorey, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Uskup Timika beserta rombongan di Kabupaten Waropen. Ia berharap kunjungan tersebut membawa berkat, mempererat persaudaraan, serta memperkuat kehidupan iman umat Katolik dan kerukunan antarumat beragama di daerah itu.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada pimpinan Keuskupan Timika di Negeri Seribu Bakau, Kabupaten Waropen. Kehadiran Bapak Uskup menjadi kehormatan bagi masyarakat, khususnya umat Katolik di Waropen,” ungkapnya.
Kunjungan Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A., diharapkan menjadi momentum rohani bagi masyarakat Kabupaten Waropen, khususnya umat Katolik dan jemaat paroki setempat. Kehadiran pimpinan gereja tersebut juga diharapkan memperkuat nilai-nilai kasih, persaudaraan, perdamaian, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Penyambutan secara adat ini sekaligus memperlihatkan komitmen masyarakat Waropen dalam menjaga tradisi dan budaya lokal sebagai bagian penting dari identitas daerah, serta membangun hubungan harmonis antara pemerintah, gereja, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat.
Melalui kunjungan tersebut, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara pimpinan gereja dan pemerintah daerah dalam mendukung kehidupan sosial dan spiritual masyarakat, sekaligus mendorong terciptanya Kabupaten Waropen yang damai, rukun, dan sejahtera.
Penulis: Jery
Editor: Tamrin Sinmabela







