WAROPEN { MEPAGO.CO – Kekecewaan dan kekesalan disampaikan sejumlah kepala kampung usai pembukaan Musrenbang tingkat Distrik Waropen Bawah. Mereka menilai usulan yang disampaikan setiap tahun dalam forum perencanaan pembangunan itu kerap tidak terakomodir dalam program daerah.
Keluhan tersebut disampaikan Kepala Kampung Uri, Melianus Dori, S.Sos, dan Kepala Kampung Batu Zaman, Roberto M. Romeantenan, kepada media ini seusai kegiatan di Kantor Distrik Waropen Bawah.
Melianus Dori menegaskan, usulan dari kampungnya tidak banyak dan bersifat mendesak. Namun, setiap tahun aspirasi tersebut tidak masuk dalam daftar prioritas pembangunan.
“Usulan kami tidak banyak, tetapi setiap tahun tidak pernah terakomodir. Kami tentu kecewa,” ujarnya tegas.
Ia menyebut, kebutuhan paling urgen yang diusulkan adalah pembangunan perumahan bagi masyarakat kampungnya. Menurutnya, persoalan tersebut sudah berulang kali disampaikan melalui Musrenbang tingkat distrik, tetapi belum juga mendapat realisasi.
“Yang paling mendesak itu perumahan. Itu saja tidak terakomodir. Apa kami tidak patut kecewa?” katanya dengan nada kesal.
Hal senada diungkapkan Roberto M. Romeantenan. Ia mengaku setiap Musrenbang tingkat distrik digelar, usulan dari kampungnya selalu diajukan, namun tidak satu pun yang terealisasi.
“Setiap tahun kami ikut Musrenbang, tapi usulan kami tidak pernah diakomodir. Kami sangat kecewa dengan kondisi ini, dan itu jujur saya sampaikan,” tegasnya lugas.
Kedua kepala kampung tersebut berharap di bawah kepemimpinan Bupati Fransiscus Xaverius Mote dan Wakil Bupati Yowel Boari, kondisi tersebut tidak lagi terulang.
Mereka meminta agar hasil Musrenbang benar-benar menjadi dasar penentuan program prioritas, bukan sekadar formalitas tahunan.
Mereka juga berharap usulan yang telah diajukan dalam Musrenbang tahun 2026 dapat diakomodir dalam perencanaan pembangunan tahun 2027, sehingga masyarakat di tingkat kampung benar-benar merasakan manfaat dari forum perencanaan tersebut.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya tidak terakomodir, kami berharap untuk 2027 nanti ada perubahan. Jangan sampai Musrenbang hanya jadi rutinitas tanpa hasil nyata,” pungkasnya.
Penulis: Tamrim Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela
