Yance Banua Lepas Pawai Obor Fajar Paskah, Jemaat GBAI Serui Hayati Terang Kebangkitan

Berjalan di barisan terdepan, Penasehat Ir. Yance Banua didampingi istri serta jajaran penasehat, memimpin pawai obor dengan penuh keteladanan, mengajak jemaat melangkah bersama dalam terang kebangkitan Kristus. ( Ft: Tamrin/mepago.co)

YAPEN | MEPAGO.CO – Penasehat Jemaat, Ir. Yance Banua, melepas ratusan jemaat Gereja Baptis Anugerah Indonesia (GBAI) Percaya Yesus Serui dalam pawai obor menyambut fajar Paskah di Kampung Kabuena, Kabupaten Kepulauan Yapen, Minggu (5/4/2026) pukul 04.00 WIT, dengan rute sepanjang satu kilometer yang berlangsung aman dan tertib.

Keheningan pagi di Kampung Kabuena perlahan berubah menjadi suasana penuh damai saat nyala obor mulai menerangi jalan-jalan kampung.

Dalam balutan udara dingin jelang fajar, ratusan jemaat berjalan bersama, menghadirkan nuansa Paskah yang sejuk dan menyentuh hati.

Kegiatan diawali dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Salmon Wamea. Dalam perenungannya, jemaat diajak menyiapkan hati untuk menyambut kebangkitan Yesus Kristus, bukan sekadar sebagai perayaan, tetapi sebagai pengalaman iman yang menghidupkan kembali harapan dan kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Cahaya obor menerangi jalan di tengah heningnya fajar, ratusan jemaat berjalan penuh khidmat dan sukacita, menghayati makna Paskah sebagai perjalanan dari kegelapan menuju terang kebangkitan Kristus. ( Ft: Tamrin)

Pawai obor kemudian dilepas secara resmi oleh Penasehat Jemaat, Ir. Yance Banua, yang akrab disapa Kuna, didampingi jajaran pengurus gereja serta panitia Camping Paskah. Dengan langkah perlahan namun penuh makna, peserta dari berbagai kalangan usia anak-anak, pemuda, hingga orang tua, menyatu dalam kebersamaan, berjalan menembus gelap menuju terang.

Cahaya obor yang berderet rapi menjadi simbol perjalanan iman umat percaya. Dalam kesunyian fajar, setiap nyala api seakan berbicara tentang harapan, bahwa terang Kristus selalu hadir di tengah kegelapan hidup manusia.

Dalam refleksi yang disampaikan, Kuna mengingatkan jemaat bahwa kebangkitan Kristus adalah panggilan untuk hidup sebagai pembawa terang. Ia mengajak seluruh jemaat agar tetap setia, menjaga iman, serta menjadi saksi kasih Tuhan di tengah keluarga dan masyarakat.

Usai pawai, seluruh peserta dengan penuh khidmat meletakkan obor ke dalam api unggun, menyatukan nyala menjadi satu—simbol iman yang tetap menyala dan kebersamaan dalam terang kebangkitan Kristus. ( Ft: Tamrin)

Sepanjang rute, pujian sederhana yang dilantunkan jemaat menambah kekhidmatan suasana. Tidak ada kemeriahan berlebihan, namun justru dalam kesederhanaan itulah terasa kedalaman makna Paskah, sebuah perjalanan batin meninggalkan luka, dosa, dan keputusasaan, menuju kehidupan baru yang penuh pengharapan.

Pawai obor ini pun menjadi lebih dari sekadar tradisi. Ia menjadi ruang perjumpaan iman, tempat setiap langkah mengandung doa, dan setiap cahaya menjadi pengingat bahwa terang Tuhan tidak pernah padam.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Lebih dari itu, pawai obor fajar Paskah ini meninggalkan kesan mendalam, mempererat kebersamaan jemaat, sekaligus meneguhkan iman dalam menyambut sukacita kebangkitan Kristus.

 

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *