Kepala Pemerintahan Adat Suku Kay Timur, Onesimus Nicolas Nussy, menyerahkan aspirasi masyarakat dalam noken kepada Bupati Waropen. (Ft: Tamrin/mepago.co)
WAROPEN | MEPAGO.CO – Perjuangan panjang masyarakat Kay Timur untuk membentuk Daerah Otonomi Baru (DOB) Ghondumi Sisare kembali menguat. Setelah lebih dari dua dekade sejak digagas pada 2003, dukungan pemerintah daerah, DPRK, dan tokoh masyarakat kini menunjukkan sinyal positif menuju realisasi pemekaran.
Aspirasi pembentukan DOB Ghondumi Sisare bukanlah hal baru. Gagasan ini telah lama diperjuangkan oleh para tokoh, intelektual, dan masyarakat Kay Timur. Bahkan, sejumlah penggagas awal telah berpulang, di antaranya almarhum Daud Donggory, Wakil Bupati pertama Waropen, serta Nehemia Rumayomi, Sekda pertama Waropen.
Meski demikian, semangat perjuangan tidak pernah padam. Upaya demi upaya terus dilakukan hingga akhirnya DPRK Waropen mengesahkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) CDOB yang dipimpin Kaleb Woisiri sebagai langkah konkret mendorong pemekaran.
Harapan baru kembali menguat dalam pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Waropen dan masyarakat Kay Timur yang digelar di Aula Dinas Perikanan, Jumat (24/4/2026). Pertemuan ini bertujuan melakukan evaluasi serta menyatukan persepsi terhadap aspirasi masyarakat wilayah timur terkait usulan DOB Ghondumi Sisare.
Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si, menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut. Ia menyebut perjuangan selama 23 tahun ini sebagai perjalanan panjang yang patut diperjuangkan hingga tuntas.
“Ini semua karena perkenaan Tuhan. Sudah 23 tahun sejak 1 Mei 2003. Pada prinsipnya saya menerima dan akan menindaklanjuti. Dengan ini saya resmi membuka pertemuan,” ujarnya.
Ketua DPRK Waropen, Yennike Dippan, juga menyampaikan dukungan penuh terhadap pembentukan DOB tersebut. Ia menilai perjuangan ini sebagai kehendak bersama yang harus diperjuangkan secara serius, meski diakui masih terkendala keterbatasan anggaran dalam mendukung kerja Pansus.
“Kami sangat serius. Ini aspirasi rakyat yang sudah lama diperjuangkan. Pansus sudah dibentuk, namun belum didukung anggaran yang memadai. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah,” tegasnya.
Ia menambahkan, DPRK akan terus melakukan pengawasan serta mendorong percepatan tahapan melalui konsultasi, koordinasi, rapat dengar pendapat (RDP), hingga peninjauan lapangan.
Sementara itu, mantan Ketua DPRD Waropen, Yoas Rumayomi, menilai keseriusan pemerintah daerah saat ini menjadi momentum penting. Ia mengingatkan bahwa perjuangan pemekaran tidak lepas dari dinamika, termasuk adanya perbedaan pandangan di tengah masyarakat.
“Perjuangan akan berhasil jika masyarakat, pemerintah, dan DPRK berjalan bersama. Kolaborasi adalah kunci utama,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kebijakan moratorium pemekaran daerah yang masih menjadi tantangan. Namun, ia optimistis jika moratorium dicabut, DOB Ghondumi Sisare dapat segera terwujud.
Mantan Ketua Pansus I, Rico Runayomi, menjelaskan bahwa perjuangan pemekaran memiliki dasar historis yang kuat dan telah melalui berbagai tahapan sejak kepemimpinan sebelumnya. Ia menegaskan pentingnya menghargai para tokoh yang telah berjuang sejak awal.
Hal senada disampaikan mantan Ketua Pansus II, Yesaya Wairara, yang mengungkapkan bahwa sejak 2009 hingga 2014 berbagai persyaratan administratif telah dipenuhi, termasuk dukungan dari kampung, distrik, hingga verifikasi oleh lembaga pusat seperti DPD RI, DPR RI, dan Kementerian Dalam Negeri.
“Dokumen sudah lengkap dan pernah sampai ke tingkat pusat. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus mendorongnya,” ujarnya.
Kepala Pemerintahan Adat Suku Kay Timur, Onesimus Nicolas Nussy, menegaskan bahwa wilayah timur selama ini masih kurang mendapat perhatian pembangunan. Ia menilai tidak ada alasan untuk menunda pemekaran karena seluruh dokumen telah tersedia.
“Wilayah timur selama ini terpinggirkan. DOB Ghondumi Sisare sudah lama diperjuangkan dan dokumennya lengkap. Kami minta keseriusan semua pihak,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen bersama, dalam pertemuan tersebut dilakukan penyerahan pernyataan sikap masyarakat Kay Timur serta dokumen CDOB Ghondumi Sisare kepada Bupati Waropen. Penyerahan ini menjadi simbol kuat bahwa perjuangan pemekaran kini memasuki fase yang lebih serius dan terarah.
Dengan dukungan pemerintah daerah, DPRK, dan masyarakat, harapan lahirnya DOB Ghondumi Sisare kini semakin terbuka, sebagai langkah strategis untuk pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Waropen Timur.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela
