106 Pendaftar Serbu Taruna Perikanan Waropen

Maria Helena Ramandey, S.ST.Pi (Ft: Tamrin/mepago.co)

WAROPEN | MEPAGO.CO – Antusiasme masyarakat Kabupaten Waropen terhadap program Taruna/i Perikanan sangat tinggi. Sejak dibuka pada 13 April 2026, jumlah pendaftar telah mencapai 106 orang, mayoritas berasal dari keluarga nelayan.

Program Taruna/i Perikanan dengan sistem pendidikan semi militer yang digagas Pemerintah Kabupaten Waropen mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Hal ini disampaikan Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Waropen, Maria Helena Ramandey, S.ST.Pi, kepada media.

Menurutnya, sejak pendaftaran dibuka pada 13 April 2026, jumlah pendaftar terus meningkat hingga mencapai 106 orang.

Program ini secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga nelayan, yang dibuktikan dengan kepemilikan KTP berprofesi nelayan serta kartu nelayan yang nantinya diarahkan menjadi kartu pelaku usaha perikanan.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa program ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat pesisir, khususnya anak-anak nelayan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa bapak Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.SoF.X Mote telah menjalin komunikasi dengan sejumlah perguruan tinggi vokasi perikanan.

Alhasil, empat kampus yang menjadi tujuan penempatan taruna yakni Politeknik Usaha Perikanan (AUP) Jakarta, Karawang, Pangandaran, Bitung, dan Sidoarjo.

Untuk tahun ini, papar Helena, Politeknik Usaha Perikanan Jakarta diprioritaskan sebagai tujuan utama, sesuai hasil pertemuan Bupati dengan pihak kampus.

Proses pengiriman berkas calon taruna saat ini tengah dipersiapkan sesuai persyaratan yang ditentukan.

Dalam proses seleksi, lanjut Helena, peserta akan melalui tiga tahapan, yakni seleksi administrasi dan berkas, tes akademik, serta pemeriksaan kesehatan.

Seleksi dilakukan secara ketat guna memastikan peserta yang lolos benar-benar siap mengikuti pendidikan semi militer di bidang perikanan, ujarnya.

Dikatakannya, bahwa program pendidikan ini terbagi dalam dua jenjang, yakni Diploma IV (D4) selama empat tahun di AUP Jakarta yang dikhususkan bagi anak nelayan, serta Diploma III (D3) di kampus Karawang, Pangandaran, Bitung, dan Sidoarjo.

Adapun program studi yang tersedia meliputi Teknologi Penangkapan Ikan, Permesinan Perikanan, Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, Teknologi Akuakultur, Teknologi Pengelolaan Sumber Daya Perairan, serta Penyuluhan Perikanan.

Pemerintah daerah menargetkan sekitar 40 hingga 60 peserta terbaik dari Waropen dapat lolos seleksi. Secara nasional, kuota yang disiapkan mencapai 60 orang untuk lima daerah, dengan prioritas utama bagi anak-anak nelayan.

Program ini menjadi salah satu terobosan strategis Bupati Waropen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor perikanan. Diharapkan, melalui program ini akan lahir generasi muda nelayan yang profesional, berdaya saing, dan mampu mengembangkan potensi perikanan daerah secara berkelanjutan.

 

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *