38 Sidi dan 5 Baptisan Warnai Ibadah Sengsara VII GKI Imanuel Serui

38 sidi dan 5 baptisan warnai Ibadah Sengsara VII di GKI Jemaat Imanuel Serui Kota, menegaskan kasih Kristus tetap memulihkan setiap kegagalan iman. (Ft: Tamrin Sinambela/mepago.co)

YAPEN | MEPAGO.CO –  Sebanyak 38 anggota jemaat dikukuhkan sebagai Sidi dan 5 orang menerima baptisan dalam Ibadah Minggu Sengsara VII di GKI Jemaat Imanuel Serui Kota, Minggu (29/3/2026), yang berlangsung khidmat dengan tema “Kasih Kristus Memulihkan Kegagalan Iman”.

Ibadah yang dipimpin Ketua Jemaat Pdt. Henika Sada itu diikuti 793 warga jemaat dengan penuh penghayatan. Kegiatan ini menjadi puncak dari proses pembelajaran katekisasi yang telah diikuti para peserta selama berbulan-bulan.

Prosesi khidmat anggota Sidi bersama Pdt. Henike Sada dan majelis saat memasuki gedung gereja untuk mengikuti Ibadah Minggu Sengsara VII di GKI Jemaat Imanuel Serui Kota, sebagai wujud komitmen iman kepada Kristus. (Ft: Tamrin)

Dalam khotbahnya, Pdt. Henika Sada mengangkat nats Injil Markus 14:66–72 tentang penyangkalan Petrus terhadap Yesus. Ia menegaskan bahwa kegagalan iman merupakan bagian dari kehidupan manusia, namun bukanlah akhir dari segalanya.

Ada tiga hal penting, yakni kegagalan yang sungguh-sungguh, kasih Kristus yang memahami, dan kasih Kristus yang memulihkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kegagalan iman dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Namun demikian, kasih Kristus tidak pernah berhenti saat manusia jatuh, melainkan hadir untuk mengenal, memahami, dan memulihkan setiap orang yang mau kembali kepada-Nya.

Kisah Petrus, lanjutnya, menjadi bukti bahwa kegagalan bukanlah akhir, tetapi kesempatan untuk bangkit.

Paduan suara melantunkan pujian dengan penuh penghayatan, menambah suasana khidmat dalam Ibadah Minggu Sengsara VII di GKI Jemaat Imanuel Serui Kota. (Ft: Tamrin)

Momentum ibadah semakin bermakna dengan pengakuan iman para peserta Sidi yang berkomitmen untuk setia kepada Kristus serta siap memikul salib dalam kehidupan mereka.

Ketua Jemaat juga berpesan agar para Sidi tidak menghakimi sesama, melainkan menjadikan pengalaman kegagalan sebagai pembelajaran untuk memperkuat iman.

Hargailah perjanjian dengan Tuhan, sebab janji Tuhan tidak pernah berubah,” pesannya.

Ibadah turut diisi dengan nyanyian Kidung Jemaat, lagu rohani, serta pujian paduan suara yang menambah suasana khusyuk dan penuh sukacita.

Melalui ibadah ini, jemaat diingatkan bahwa kasih Kristus senantiasa setia memulihkan setiap kegagalan iman, dan tidak ada kegagalan yang terlalu besar selama manusia mau kembali kepada Tuhan.

 

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *