Dukung Visi “Waropen Sehat”, Dinkes Siapkan Layanan Unit Transfusi Darah Tahun 2026

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen, dr. Jenggo Suwarko, M.H.Kes (tengah), bersama Plt. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Marion Kadiwaru, S.Tr.Keb (paling kiri), berfoto bersama para Kepala Kampung usai pembukaan kegiatan “Mari Dukung Ibu Hamil Lebih Sehat dan Lebih Bahagia”. Ft: Tamrin/mepago.co

WAROPEN  | MEPAGO.CO – Dalam rangka mendukung visi Bupati Waropen Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si dan Wakil Bupati Yowel Boari tentang Waropen Sehat, Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen merencanakan penyediaan layanan Unit Transfusi Darah (UTD) pada Tahun Anggaran 2026. Program ini bertujuan menjamin ketersediaan darah bagi masyarakat, khususnya bagi ibu hamil yang mengalami anemia maupun pasien dalam kondisi darurat.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen, dr. Jenggo Suwarko, M.H.Kes, menegaskan bahwa keberadaan UTD sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah. Selama ini, keterbatasan layanan darah membuat pasien harus dirujuk ke luar daerah, seperti ke Rumah Sakit Serui dan Rumah Sakit Biak, yang berisiko terhadap keselamatan pasien dalam perjalanan.

“Unit Transfusi Darah sangat penting. Saat pasien mengalami anemia, kita tidak selalu tahu apakah mereka mampu bertahan dalam perjalanan rujukan. Jika kita sudah memiliki UTD, maka pertolongan awal dapat diberikan sebelum pasien dirujuk.

Kabupaten Waropen yang sudah berdiri 22 tahun sudah saatnya memiliki UTD, bahkan ke depan juga PMI,” ujar dr. Jenggo.

Ia menambahkan, sarana pendukung sebenarnya telah tersedia. “Gedung ada, alat ada, mobil ada, dan semuanya bisa kita fungsikan. Sangat disayangkan apabila ada pasien, khususnya ibu hamil yang mengalami anemia, masih harus dirujuk ke luar daerah hanya karena kekurangan darah,” tegasnya.

Dr. Jenggo menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan bersama jajaran puskesmas akan mengembangkan program Kampung Siaga Kantong Darah, yakni sistem pendataan ketersediaan darah masyarakat berdasarkan golongan darah di setiap kampung.

“Ke depan, setiap kampung harus memiliki kantong darah siaga. Petugas puskesmas akan melakukan pengecekan dan pendataan golongan darah warga. Tujuannya agar ketika terjadi keadaan darurat, terutama pada ibu hamil yang kekurangan darah, pertolongan dapat dilakukan dengan cepat tanpa menunggu rujukan keluar daerah,” jelasnya.

Ia juga mengajak para kepala kampung untuk aktif membantu petugas kesehatan dalam mendata warga.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui golongan darah secara lengkap, termasuk faktor rhesus (positif atau negatif).
“Banyak yang merasa sudah tahu golongan darahnya, tetapi belum tentu mengetahui apakah darahnya positif atau negatif. Padahal ini sangat penting. Jika sewaktu-waktu ada warga atau ibu hamil yang membutuhkan transfusi, ketersediaan darah dari masyarakat dengan golongan yang sesuai akan sangat membantu,” katanya.

Lebih lanjut, dr. Jenggo menegaskan bahwa kematian ibu hamil akibat kekurangan darah tidak boleh lagi terjadi. Ia menyebut hal tersebut sebagai tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan di daerah.

“Setiap kampung harus siaga kantong darah. Jangan sampai ada ibu hamil yang tidak tertolong hanya karena kekurangan darah. Jika itu terjadi, itu menjadi pukulan besar bagi kita semua,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dr. Jenggo dalam kegiatan bertema “Mari Dukung Ibu Hamil Lebih Sehat dan Bahagia” yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen melalui Bidang Kesehatan Masyarakat, bertempat di Aula SMA Negeri 1 Waren, Jumat (16/01/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Plt. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Marion Kadiwaru, S.Tr.Keb, dan dibuka langsung oleh Plt. Kadinkes dr. Jenggo Suwarko. Turut hadir para kepala kampung dari Distrik Waropen Bawah, Distrik Urei Faisei, dan Distrik Audate, para kader kesehatan, serta para ibu hamil.

 

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *