Bupati Waropen Drs. Fransiskus Xaverius Mote, M.Si menyerahkan dana pembayaran hak ulayat kepada pemilik tanah adat RS Rodo Fabo, disaksikan Wakil Bupati, pimpinan DPRK, serta unsur masyarakat adat, sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam menghormati hak masyarakat adat dan mendukung pembangunan pelayanan kesehatan di Kabupaten Waropen. (Ft: TIM)
WAROPEN | MEPAGO.CO – Pemerintah Kabupaten Waropen menuntaskan pembayaran sisa hak ulayat atas lahan Rumah Sakit (RS) Rodo Fabo sebesar Rp2 miliar kepada para pemilik hak ulayat. Penyelesaian pembayaran tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Waropen Drs. Fransiskus Xaverius Mote, M.Si, didampingi Wakil Bupati Yowel Boari, serta Wakil Ketua I DPRK Waropen Anthonius Rumboisano, bersama jajaran pejabat terkait.
Kegiatan pembayaran berlangsung di Balai Kampung Batu Zaman, pada Sabtu, 24 Januari 2026, dan disaksikan oleh para pemilik hak ulayat serta unsur masyarakat setempat.
Pembayaran sisa hak ulayat ini merupakan bagian dari kewajiban pemerintah daerah atas pemanfaatan lahan adat yang digunakan untuk pembangunan dan operasional RS Rodo Fabo sebagai fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Bupati Waropen FX Mote menegaskan bahwa penyelesaian pembayaran hak ulayat menjadi prioritas pemerintah daerah sebagai bentuk penghormatan terhadap hak masyarakat adat sekaligus upaya menjaga hubungan harmonis antara pemerintah dan pemilik ulayat.
“Pemerintah daerah berkomitmen menyelesaikan sisa pembayaran hak ulayat sebesar Rp2 miliar sesuai dengan kesepakatan bersama. Ini adalah bentuk penghargaan terhadap hak masyarakat adat serta dukungan nyata terhadap keberlanjutan pelayanan kesehatan di Kabupaten Waropen,” ujar Bupati FX Mote.
Ia menjelaskan bahwa sebagian pembayaran telah dilakukan pada tahap sebelumnya, sementara sisa pembayaran kini telah dituntaskan secara terbuka dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Perwakilan pemilik hak ulayat, ahli waris Elias Yusak Suweni, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Waropen atas penyelesaian kewajiban tersebut. Ia berharap, dengan rampungnya pembayaran hak ulayat, pembangunan dan pengelolaan rumah sakit dapat berjalan tanpa hambatan di masa mendatang.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah membangun rumah sakit yang kami harapkan. Soal uang bukan yang utama, yang penting ada niat baik dan hati untuk membangun rumah sakit ini demi membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” ujar Yusak.
RS Rodo Fabo merupakan salah satu fasilitas kesehatan strategis di Kabupaten Waropen yang melayani masyarakat dari berbagai distrik. Dengan rampungnya pembayaran hak ulayat, diharapkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal, berkelanjutan, serta bebas dari potensi persoalan sosial di kemudian hari.
Penulis: TIM
Editor: Tamrin Sinambela
