6 Jam Dipalang, Pelabuhan Serui Lumpuh

John Barangkea, Kepala Keret Marga Mantuga, tampak di barisan depan mengenakan topi adat Papua saat aksi pemalangan akses Pelabuhan Serui terkait tuntutan penyelesaian hak ulayat. (Ft: Ignatius)

YAPEN | MEPAGO.CO – Akses masuk ke Pelabuhan Dominic I.S. Kijne di Kota Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, dipalang oleh keluarga pemilik hak ulayat, Kamis. Hingga lebih dari enam jam aksi berlangsung, belum terlihat adanya respon resmi dari pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Pemalangan dilakukan karena persoalan status tanah pelabuhan yang menurut pihak keluarga belum diselesaikan pembayarannya selama kurang lebih 57 tahun.

Akibat aksi tersebut, aktivitas keluar masuk penumpang maupun barang di pelabuhan Kota Serui itu terhenti.

Kepala Keret Marga Mantuga, Jhon Barangkea, menyampaikan kekecewaannya karena hingga berjam-jam aksi berlangsung belum ada kehadiran pihak pemerintah untuk membuka dialog dengan keluarga pemilik hak ulayat.

“Kami sangat menyesal karena sampai sekarang belum ada respon dari pemerintah. Tanah ini sudah 57 tahun belum diselesaikan. Jika tidak ada kepastian dari pemerintah, maka kami akan menutup akses pelabuhan ini secara penuh,” tegasnya.

Situasi ini menjadi perhatian masyarakat di Kota Serui karena pelabuhan tersebut merupakan jalur utama transportasi laut bagi warga di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Sementara itu, aparat keamanan dari TNI dan Polri terlihat berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan sambil menunggu langkah dari pemerintah daerah guna menindaklanjuti tuntutan keluarga pemilik hak ulayat.

 

Penulis: Ignatius Aninam

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *