Jumat Agung GKI Diaspora SP5: Umat Diajak Hidup Rendah Hati Maknai Penebusan Kristus

Ketua jemaat didampingi para majelis jemaat bersalaman dengan warga jemaat, mempererat tali kasih dan kebersamaan dalam persekutuan iman. (Ft: Tamrin/mepago.co)

WAROPEN | MEPAGO.CO – Ibadah Jumat Agung dengan tema “Kepedulian Allah dan Penebusan” berlangsung khidmat di GKI Diaspora SP5 Kabupaten Waropen, dipimpin Ketua Jemaat, Pdt. Maria Rumandewai, M.Si.

Ibadah ini diikuti oleh jemaat GKI Diaspora SP5 dengan rangkaian pujian dan perenungan iman.

Suasana semakin mendalam melalui penampilan Solo Zaitun, Paduan Suara Majelis, Solo Ibu Suweni, Solo Diaspora Voice, serta Solo Rayon 5 yang membawakan lagu-lagu rohani bertema pengorbanan Kristus.

Firman Tuhan yang diambil dari Markus 15:20b–32 mengisahkan perjalanan sengsara Yesus hingga penyaliban-Nya di Golgota.

Jemaat bersalaman dengan para pelayan sebagai wujud kasih dan persekutuan iman.
Di bawah, Paduan Suara Majelis Jemaat mempersembahkan kidung pujian yang menambah kekhidmatan ibadah Jumat Agung. (Ft: Tamrin)

Dalam khotbahnya, Pdt. Maria Rumandewai menegaskan bahwa penderitaan, ejekan, dan hujatan yang dialami Yesus merupakan wujud nyata kasih dan kepedulian Allah bagi keselamatan umat manusia.

Menurutnya, Jumat Agung bukan hanya mengenang peristiwa penyaliban, tetapi menjadi momentum refleksi bagi jemaat setelah menjalani masa sengsara selama tujuh minggu. Umat diajak untuk melihat kembali kehidupan iman, apakah telah sungguh-sungguh mengasihi Yesus dan hidup sesuai kehendak-Nya.

Suasana ibadah berlangsung khidmat dan penuh penghayatan. Usai ibadah, majelis jemaat, para pelayan, dan warga jemaat saling bersalaman sebagai wujud kasih, kebersamaan, dan persekutuan iman. (Ft: Tamrin)

Allah begitu peduli dan mengasihi manusia hingga rela mengorbankan Anak-Nya. Pertanyaannya, sudahkah kita membalas kasih itu dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan jemaat untuk meninggalkan sikap sombong, angkuh, dan merasa paling benar, serta belajar hidup dalam kerendahan hati, kasih, dan pengampunan kepada sesama.

Melalui perayaan Jumat Agung ini, jemaat diharapkan semakin memahami makna penebusan Kristus dan menjadikannya sebagai dasar dalam menjalani kehidupan yang penuh kasih dan ketaatan kepada Tuhan.

 

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *