Nakhoda Kapal Express 99B, Eko Wahyudi, (Ft: Dok/mepago.co)
WAROPEN | MEPAGO.CO – Cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi dan angin kencang yang melanda perairan dan daratan Kabupaten Waropen berdampak serius terhadap aktivitas transportasi laut.
Pergerakan keluar dan masuk wilayah Waropen pun mengalami gangguan dan sempat terbengkalai.
Kondisi ini turut memengaruhi operasional pelayaran PT Belibis melalui armada lautnya, yakni KM Cantika88, KM Cantika77 Kapal Express 99B dan Kapal Marina.
Nakhoda Kapal Express 99B, Eko Wahyudi, mengakui bahwa cuaca buruk yang terjadi dalam beberapa hari terakhir membuat aktivitas pelayaran tidak berjalan normal.
Bahkan, kapal yang ia nahkodai telah mengalami keterlambatan pelayaran hingga tiga hari.
“Pelayaran dari Biak menuju Waropen pada Kamis (9/4/2026) tidak bisa merapat di Pelabuhan Pidemani karena gelombang tinggi dan angin kencang,” jelas Eko saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Akibat kondisi tersebut, kapal terpaksa dialihkan ke Serui demi keselamatan penumpang dan kru.
Terkait jadwal pelayaran selanjutnya, Eko menyebutkan bahwa pihaknya merencanakan keberangkatan dari Serui menuju Waropen pada Senin (13/4/2026). Namun, rencana tersebut masih bergantung pada kondisi cuaca di perairan.
“Kami rencanakan berangkat hari Senin dari Serui, tetapi tetap melihat kondisi cuaca. Mudah-mudahan sudah membaik sehingga pelayaran bisa kembali normal,” ujarnya.
Cuaca ekstrem yang melanda perairan Waropen ini menjadi tantangan tersendiri bagi transportasi laut, sekaligus menjadi pengingat pentingnya faktor keselamatan dalam setiap aktivitas pelayaran.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tanrin Sinambela
