Koibai: Jangan Persulit Lulusan SD Masuk SMP

Foto atas: Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Waropen, Yosias Koibai, S.Pd, saat menyampaikan sambutan pada acara penamatan dan pelepasan siswa kelas VI SD Negeri Inpres Urei Faisei Tahun Pelajaran 2025/2026. Dalam pesannya, ia mengajak para lulusan untuk terus mengejar cita-cita melalui pendidikan yang lebih tinggi. Foto bawah: Dua siswa SD Negeri Inpres Urei Faisei tampil percaya diri sebagai pembawa acara (MC) pada kegiatan penamatan. (Ft: Tamrin)

WAROPEN  | MEPAGO.CO – Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Waropen, Yosias Koibai, S.Pd, meminta seluruh sekolah lanjutan tingkat SMP agar tidak mempersulit proses penerimaan siswa baru dan tidak melakukan pungutan biaya yang membebani orang tua murid.

Penegasan tersebut disampaikan Koibai saat menghadiri acara penamatan dan pelepasan 38 siswa kelas VI SD Negeri Inpres Urei Faisei Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berlangsung di Distrik Urei Faisei, Kabupaten Waropen, Rabu (10/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Koibai secara simbolis menyerahkan Surat Keterangan (SK) Kelulusan kepada perwakilan siswa sebagai tanda berakhirnya pendidikan dasar dan dimulainya perjalanan menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Mengusung tema “Langkah Kecil Menuju Mimpi Besar”, acara berlangsung meriah dan penuh haru. Selain dihadiri para guru, orang tua, dan tamu undangan, kegiatan tersebut juga menampilkan berbagai kreativitas siswa, mulai dari pembawa acara (MC), pembacaan puisi hingga penampilan lagu yang mendapat apresiasi dari para hadirin.

Momen penuh kebersamaan dan kebanggaan. Sebanyak 38 siswa kelas VI SD Negeri Inpres Urei Faisei Tahun Pelajaran 2025/2026 berfoto bersama Kepala Sekolah dan para guru usai mengikuti acara penamatan dan pelepasan. (Ft: Tamrin)

Dalam sambutannya, Koibai menegaskan bahwa seluruh lulusan SD memiliki hak yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP tanpa hambatan administrasi maupun biaya yang memberatkan.

Dari 38 siswa yang lulus hari ini, saya berharap semuanya dapat melanjutkan pendidikan. Jangan ada sekolah yang mempersulit mereka saat mendaftar. Anak-anak ini memiliki hak untuk memperoleh pendidikan yang layak,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar proses penerimaan peserta didik baru dilakukan secara terbuka dan tidak disertai pungutan biaya yang dapat menjadi beban bagi orang tua.

Harapan kami tidak ada pungutan biaya. Jangan sampai ada anak yang tidak melanjutkan sekolah hanya karena persoalan biaya atau proses pendaftaran yang dipersulit,” ujarnya.

Koibai menjelaskan bahwa tema “Langkah Kecil Menuju Mimpi Besar” mengandung pesan penting bagi para lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan dasar selama kurang lebih enam tahun. Menurutnya, langkah kecil yang mereka ambil hari ini merupakan awal untuk meraih cita-cita melalui pendidikan di tingkat SMP, SMA hingga perguruan tinggi.

Ia berharap seluruh siswa tetap semangat belajar, disiplin, dan tekun mengejar impian mereka, sehingga kelak menjadi generasi penerus yang mampu membangun Kabupaten Waropen di masa depan.

Acara pelepasan ditutup dengan penyerahan tanda kelulusan, pengembalian siswa dari pihak sekolah kepada orang tua, serta foto bersama sebagai ungkapan syukur atas keberhasilan 38 siswa menuntaskan pendidikan dasar mereka.

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *