Kepala SMPN Urei Faisei, Isak P. Ramandey, S.Pd (paling kiri), bersama para siswa dan perwakilan pengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Yayasan Johan Edelweis Papua berfoto bersama usai penyampaian klarifikasi dan permohonan maaf terkait video yang sempat viral di media sosia. (Ft: IST)
WAROPEN | MEPAGO.CO – Para siswa SMP Negeri Urei Faisei yang sebelumnya memviralkan video dugaan ulat dalam ompreng Program Makan Bergizi Gratis (MBG), akhirnya menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka di hadapan pihak sekolah serta pengelola MBG dari Yayasan Johan Edelweis Papua, Kamis (11/6/2026).
Permohonan maaf tersebut disampaikan setelah video yang beredar di media sosial pada Rabu (10/6/2026) menuai perhatian berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tim Satgas, hingga pengelola program MBG di Kabupaten Waropen.
Salah seorang siswa, Nus Ramandey dari kelas VIII-2, mewakili rekan-rekannya menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Bupati Waropen, tim Satgas, pihak pengelola MBG, guru-guru, serta seluruh pihak yang terdampak akibat beredarnya video tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada Bapak Presiden Prabowo, Bapak Bupati Waropen, tim Satgas, bapak dan ibu dari pihak MBG, serta bapak dan ibu guru SMPN Urei Faisei atas video yang kami viralkan dan edarkan sehingga melibatkan banyak pihak. Sekali lagi kami meminta maaf dan menjadikan hal ini sebagai pelajaran bagi kami,” ujar Nus.
Ia mengakui bahwa tindakan mempublikasikan video tersebut tanpa terlebih dahulu melaporkannya kepada pihak sekolah merupakan sebuah kekeliruan. Ke depan, apabila menemukan hal serupa, dirinya bersama teman-teman akan lebih dahulu menyampaikan laporan kepada pihak sekolah sebelum menyebarkannya ke media sosial.
“Jika di kemudian hari kami menemukan hal yang sama, kami akan melaporkannya terlebih dahulu kepada pihak sekolah dan tidak langsung mempostingnya di media sosial. Pernyataan ini kami buat tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun. Ini murni dari hati kami yang paling dalam. Kami meminta maaf kepada semua pihak,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala SMPN Urei Faisei, Isak P. Ramandey, S.Pd, turut menyampaikan permohonan maaf atas tindakan anak didiknya yang telah memviralkan video tersebut.
Menurutnya, pihak sekolah turut bertanggung jawab karena belum melakukan pengawasan secara maksimal terhadap aktivitas siswa maupun mekanisme pengawasan Program Makan Bergizi Gratis di lingkungan sekolah.
“Saya atas nama pimpinan sekolah menyampaikan permohonan maaf kepada Bapak Presiden Prabowo, Bapak Bupati Waropen, pihak MBG, serta tim Satgas kesehatan atas kekeliruan yang dilakukan siswa kami. Kami mengakui belum memantau dengan baik sehingga kejadian ini bisa terjadi,” katanya.
Isak menjelaskan bahwa saat kejadian berlangsung, para siswa sedang menikmati makanan dari program MBG. Namun, apabila ditemukan sesuatu yang dianggap janggal, seharusnya terlebih dahulu dilaporkan kepada pihak sekolah agar dapat dilakukan pemeriksaan dan tindak lanjut secara berjenjang.
Ia menambahkan bahwa sekolah sebenarnya telah membentuk tim pengawasan MBG melalui surat keputusan (SK) yang bertugas memantau pelaksanaan program, termasuk menghitung jumlah ompreng dan melaporkan apabila terdapat temuan atau kejanggalan terkait makanan yang disajikan.
“Jika ada hal-hal yang dianggap tidak sesuai atau mencurigakan dalam pelaksanaan MBG, seharusnya dilaporkan terlebih dahulu kepada tim pengawas maupun pihak sekolah. Oleh karena itu, atas beredarnya video tersebut, saya kembali memohon maaf kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan,” pungkasnya.
Klarifikasi dan permohonan maaf tersebut diharapkan menjadi pembelajaran bagi para siswa untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, serta mengedepankan mekanisme pelaporan yang benar sebelum menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela







