Kebersamaan usai pembukaan Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi BPS Kabupaten Waropen di Aula Hotel Merpati, Urei Faisei, Senin (8/6/2026). (Ft: IST,)
WAROPEN | MEPAGO.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Waropen mulai mempersiapkan pelaksanaan sensus ekonomi dengan menggelar pelatihan bagi puluhan petugas sensus.
Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung selama enam hari dan dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Juni 2026, sedangkan gelombang kedua berlangsung pada 11 hingga 13 Juni 2026. Pelatihan yang dipusatkan di Aula Hotel Merpati, Distrik Urei Faisei, itu secara resmi dibuka pada Senin (8/6/2026).
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari persiapan BPS Waropen dalam menghadapi pendataan sensus ekonomi yang akan dilakukan secara menyeluruh.
Melalui kegiatan ini, para petugas dibekali pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman teknis terkait metode pendataan agar pelaksanaan sensus dapat berjalan akurat dan sesuai standar.
Plh BPS Kabupaten Waropen, Rahma Irjayanti Boinauw, SST, mewakili Kepala Kantor BPS Waropen Tardas Manahan Silitonga, S.Sos, membuka secara resmi kegiatan pelatihan tersebut.
Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kesiapan sumber daya manusia sebagai ujung tombak keberhasilan pelaksanaan sensus ekonomi.
Menurutnya, data ekonomi yang akurat sangat dibutuhkan pemerintah sebagai dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga pelayanan publik lainnya.
“Petugas sensus memiliki peran penting dalam mengumpulkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi petugas di lapangan,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi terkait teknik wawancara, tata cara pengisian instrumen pendataan, penggunaan perangkat pendukung, hingga simulasi pelaksanaan sensus di lapangan.
Para peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan kepada pemateri guna memperdalam pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan.
Suasana pelatihan berlangsung aktif dan interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi pembelajaran yang diberikan oleh para instruktur. Selain menerima materi teori, mereka juga dilatih menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat ditemui saat melakukan pendataan langsung kepada masyarakat.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela







