Bupati Mote Letakkan Batu Penjuru, Pembangunan Gereja GPdP Alfa Omega Community Resmi Dimulai

Momen bersejarah bagi GPdP Jemaat Alfa Omega Community Sanggei. Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si bersama tokoh adat, pemerintah kampung, dan pimpinan gereja melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan rumah ibadah yang telah lama dinantikan jemaat. (Ft: Tamrin/mepago.co)

SANGGEI | MEPAGO.CO – Pembangunan gedung Gereja Pentakosta di Papua (GPdP) Jemaat Alfa Omega Community di Kampung Sanggei, Distrik Urei Faisei, Kabupaten Waropen, resmi dimulai dengan peletakan batu penjuru pada Senin (8/6/2026) sore.

Prosesi peletakan batu penjuru dilakukan secara simbolis oleh Bupati Waropen Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si, Ketua Dewan Adat Sanggei, Kepala Kampung Sanggei, serta Ketua Gereja Pentakosta di Papua Provinsi Papua, Pdt. Yehuda Buinei, S.Th.

Kegiatan tersebut disaksikan oleh para tokoh adat, tokoh agama, pemerintah kampung, dan jemaat setempat.

Pembangunan gereja tersebut menjadi tonggak penting bagi pertumbuhan pelayanan GPdP Jemaat Alfa Omega Community yang selama kurang lebih delapan tahun terus berjuang mewujudkan rumah ibadah yang representatif bagi jemaat.

Dalam sambutannya, Bupati Waropen Fransiscus Xaverius Mote menyampaikan apresiasi kepada pemilik hak ulayat yang telah menghibahkan tanah untuk pembangunan gereja. Menurutnya, penyerahan tanah tersebut merupakan bukti nyata iman dan kasih yang patut dihargai.

Apresiasi dan penghargaan kami berikan kepada pemilik tanah yang telah menyerahkan tanahnya untuk pembangunan rumah Tuhan. Ini adalah bukti iman dan kasih yang luar biasa. Pembangunan gereja ini hendaknya dimaknai sebagai awal dari perjalanan panjang untuk membangun kehidupan rohani dan sosial masyarakat,” ujar Mote.

Ia menegaskan bahwa gereja merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah.

Menurutnya, pembangunan Waropen harus dilakukan melalui sinergi tiga pilar utama, yakni pemerintah, gereja, dan adat.

“Di atas tiga tungku inilah kita membangun Waropen, yaitu pemerintah, gereja, dan adat. Gereja memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat, menjaga persatuan, serta mengedepankan kebersamaan. Karena itu, gereja harus menjadi tempat bertumbuhnya iman, kasih, dan nilai-nilai budaya yang baik,” katanya.

Bupati juga berharap kehadiran gedung gereja nantinya dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan antarwarga sekaligus memperkuat kehidupan spiritual masyarakat di Kampung Sanggei dan sekitarnya.

Sementara itu, Ketua GPdP Provinsi Papua, Pdt. Yehuda Buinei, S.Th, mengungkapkan bahwa peletakan batu penjuru tersebut merupakan jawaban atas pergumulan panjang jemaat yang dimulai sejak tahun 2018.

Kurang lebih delapan tahun ini menjadi masa pergumulan bagi jemaat. Namun puji Tuhan, hari ini kita dapat melaksanakan peletakan batu penjuru sebagai tanda dimulainya pembangunan rumah Tuhan. Ini merupakan anugerah yang besar bagi kami,” ujarnya.

Menurut Buinei, saat ini GPdP Jemaat Alfa Omega Community telah memiliki sekitar 76 jiwa jemaat aktif. Jumlah tersebut menjadi salah satu alasan utama dibangunnya gedung gereja permanen guna menunjang pelayanan dan pembinaan umat.

Ia menargetkan pembangunan fisik gereja dapat diselesaikan pada November 2026 dan mulai digunakan untuk kegiatan ibadah pada Desember 2026.

Dalam kesempatan itu, Pdt. Buinei juga mengutip firman Tuhan dari Kitab Mazmur 127 ayat 1-2 yang menegaskan bahwa segala usaha manusia akan sia-sia tanpa campur tangan dan penyertaan Tuhan.

Di tempat yang sama, Kepala Suku Besar Sanggei menegaskan bahwa pembangunan gereja tersebut telah memperoleh persetujuan penuh dari seluruh pemangku kepentingan adat dan pemerintahan setempat.

“Pendirian rumah Tuhan ini sudah sah dan mendapat persetujuan dari Kepala Kampung, Kadistrik Urei Faisei, dan saya sebagai Kepala Suku Besar Sanggei. Lokasi ini sangat strategis dan keberadaan gereja ini memang dibutuhkan karena sudah memiliki jemaat sebanyak 76 jiwa,” jelasnya.

Ia berharap pembangunan gereja dapat berjalan lancar hingga selesai serta menjadi berkat bagi masyarakat Kampung Sanggei.

Menurutnya, meskipun berada di tengah keberagaman denominasi gereja, kehadiran GPdP Alfa Omega Community diharapkan dapat memperkuat persatuan dan kehidupan rohani masyarakat setempat.

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *