Cuaca Buruk Hambat Pencarian Speed Boat Hari Keempat

Angin kencang dan gelombang laut hingga 1,5 meter menghadang Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian hari keempat. Kondisi cuaca yang tidak bersahabat memaksa tim mengutamakan keselamatan sebelum kembali melanjutkan pencarian. (Ft: Dok/Humas Polres Waropen)

WAROPEN | MEPAGO.CO – Upaya pencarian speed boat yang dilaporkan hanyut bersama lima penumpang memasuki hari keempat, Kamis (27/8/2026). Tim SAR gabungan Polres Waropen, Koramil Waropen Bawah, dan Komunitas Speed Boat Kali Sanggei kembali melakukan penyisiran menggunakan dua unit speed boat.

Pencarian dimulai sekitar pukul 07.00 WIT dari Kali Sanggei dengan rute Pulau Nao, Pulau Kuran, Pulau Miosnum, dan Pulau Mandena. Tim dipimpin Kasat Polairud Polres Waropen AKP Elton Jack Rumbiak, bersama tujuh personel Polres Waropen, empat personel Koramil Waropen Bawah, serta anggota Komunitas Speed Boat Kali Sanggei.

Sekitar pukul 12.00 WIT, saat berada di antara Pulau Nao dan Pulau Kuran, tim menghadapi kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Angin barat bertiup cukup kencang dengan gelombang laut mencapai sekitar 1,5 meter.

Kondisi tersebut membuat tim tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju Pulau Kuran. Demi keselamatan personel, tim kemudian mencari daratan atau pesisir pantai terdekat dan akhirnya mendarat di Pantai Sarwandori sekitar pukul 14.00 WIT.

Selain gelombang tinggi dan angin kencang, kabut asap yang mengganggu jarak pandang juga menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan pencarian. Kondisi tersebut membuat ruang gerak tim menjadi terbatas, khususnya ketika harus menyisir wilayah perairan yang luas.

Sekitar pukul 15.30 WIT, karena kondisi gelombang masih tinggi, tim memutuskan melanjutkan perjalanan menuju Serui untuk beristirahat sekaligus melakukan pengisian bahan bakar sebelum kembali melanjutkan operasi pencarian.

Dalam pelaksanaan pencarian, tim juga bertemu dengan sejumlah nelayan yang sedang memancing. Petugas menyampaikan maksud dan tujuan pencarian sekaligus meminta informasi mengenai kondisi perairan dan kemungkinan keberadaan speed boat maupun para penumpang.

Berdasarkan informasi dari nelayan, kondisi laut dalam beberapa hari terakhir cukup berat dengan arus timur yang kencang. Informasi tersebut menjadi bahan pertimbangan tim dalam menentukan arah dan wilayah pencarian berikutnya, termasuk kemungkinan memperluas penyisiran hingga pulau-pulau terluar dari wilayah Pulau Mor hingga perairan Nabire.

Hingga pencarian hari keempat berakhir, kelima penumpang speed boat yang dilaporkan hanyut belum ditemukan.

Kapolres Waropen, AKBP. Tofan Irdyanto, S.Sos melalui Kasat Polairud Polres Waropen AKP Elton Jack Rumbiak mengatakan kondisi cuaca menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian. Karena itu, keselamatan personel tetap menjadi prioritas selama operasi berlangsung.

“Kami berharap ada dukungan dan kebijakan dari semua pihak untuk membantu memperluas pencarian. Dengan kondisi wilayah yang luas dan cuaca yang kurang bersahabat, kami berharap pencarian juga dapat didukung melalui operasi SAR udara menggunakan helikopter,” ujar Elton.

Menurutnya, dukungan SAR udara diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan pencarian, terutama terhadap wilayah perairan dan pulau-pulau yang sulit dijangkau menggunakan speed boat.

Tim SAR gabungan dijadwalkan kembali melanjutkan pencarian pada Jumat pagi (28/8/2026). Pencarian akan terus dikoordinasikan dengan seluruh unsur terkait dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arah arus laut, serta informasi dari masyarakat dan nelayan.

Polres Waropen menegaskan seluruh upaya akan terus dilakukan secara maksimal untuk menemukan kelima penumpang yang hingga kini masih dalam pencarian. (Redaksi)

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *