Dua Laka Laut Terjadi di Waropen, Seluruh Korban Selamat

WAROPEN | MEPAGO.CO  – Dua peristiwa kecelakaan laut (laka laut) terjadi di perairan Kabupaten Waropen, Sabtu (11/4/2026). Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh jajaran Satuan Polairud Polres Waropen.
Kecelakaan pertama terjadi sekitar pukul 14.20 WIT di perairan Muara Kali Paradoi.

Peristiwa ini melibatkan satu unit speed boat yang digunakan anggota Polairud dalam perjalanan dari Kampung Wobari menuju Pelabuhan Kali Sanggei.

Kapolres Waropen melalui Kasat Polairud AKP Elton J.R menjelaskan, kecelakaan terjadi akibat bahan bakar minyak (BBM) habis sehingga mesin mati dan perahu tidak dapat dikendalikan.

Kondisi tersebut diperparah cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi hingga air masuk ke dalam perahu dan menyebabkan tenggelam.

Ia juga menegaskan bahwa dalam penanganan kejadian, Polairud tidak memiliki speed boat operasional tetap, namun tetap merespons cepat menggunakan fasilitas yang tersedia.

“Sebanyak 10 penumpang berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke pesisir pantai dan kemudian melaporkan kejadian tersebut,” jelasnya.

Setelah menerima laporan, personel Polairud bergerak ke lokasi pada pukul 14.50 WIT dan tiba di tempat kejadian pukul 15.10 WIT. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke Pos Polairud di Pelabuhan Sanggei dalam kondisi selamat.

Tidak ada korban jiwa, namun mesin perahu mengalami kerusakan akibat terendam air.

Sementara itu, kecelakaan laut kedua terjadi sekitar pukul 12.05 WIT di pesisir Pantai Tanjung 14,  dari Samggei sekitar pukul 10.30 WIT . Peristiwa ini melibatkan speed boat milik warga yang berangkat dari Pelabuhan Kali Sanggei menuju Kampung Mambai, Distrik Soyoi.

Kecelakaan terjadi setelah salah satu mesin perahu mati, sehingga tidak dapat dikendalikan dan dihantam gelombang hingga tenggelam. Enam penumpang berhasil menyelamatkan diri dengan berenang.

Sebagian korban sempat dievakuasi oleh nelayan ke Kampung Nubuai, sementara tiga korban lainnya masih berada di lokasi hingga akhirnya dilaporkan ke Pos Polairud oleh salah satu korban, Laher Imbiri.

Mendapat laporan pada pukul 16.20 WIT, Kasat Polairud bersama tiga personel langsung menuju lokasi dan tiba pukul 17.20 WIT. Seluruh korban kemudian berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat ke Pelabuhan Sanggei.

Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp85 juta, meliputi satu unit speed boat ukuran 19 feet, dua unit mesin 15 PK, serta barang belanjaan yang ikut tenggelam.

Kasat Polairud menegaskan, kedua kecelakaan tersebut disebabkan faktor teknis dan cuaca ekstrem. Ia mengimbau masyarakat agar selalu memastikan kesiapan mesin dan ketersediaan BBM sebelum melaut.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama, terutama dalam kondisi cuaca yang tidak menentu,” tegasnya.

Seluruh proses evakuasi berlangsung aman, lancar, dan terkendali.

 

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *