Pdm. Henokh Hendra Baheo saat menyampaikan khotbah bertema “Membangun, Memelihara dan Menyelamatkan” dalam ibadah Minggu GBI ROCK Waropen, Minggu (11/10/2026). Ft: Tamrin/mepago.co
WAROPEN | MEPAGO.CO – Gembala Jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) ROCK Kabupaten Waropen, Pdm. Henokh Hendra Baheo, mengajak jemaat untuk membangun iman, memelihara diri dalam kasih Allah, serta menolong sesama yang mulai ragu dan tersesat dalam kehidupan rohani.
Pesan tersebut disampaikan Pdm. Henokh Hendra Baheo dalam ibadah Minggu di Aula Penginapan Clasik, Jalan Darat, Distrik Urei Faisei, Kabupaten Waropen, Minggu (11/10/2026).
Ibadah berlangsung dengan penuh khidmat, diawali lagu-lagu penyembahan dan puji-pujian sebelum dilanjutkan dengan pemberitaan firman Tuhan.
Caption 2: Pdm. Henokh Hendra Baheo saat mendoakan anak-anak dalam ibadah Minggu GBI ROCK Waropen, memohon penyertaan dan berkat Tuhan bagi pertumbuhan mereka.

Dalam khotbahnya yang berlandaskan pembacaan Alkitab Yudas 1:20-23, Pdm. Henokh mengangkat tema “Membangun, Memelihara dan Menyelamatkan”. Ia menekankan tiga hal penting yang harus menjadi pedoman jemaat dalam menjalani kehidupan sebagai orang percaya.
Pertama, membangun diri di atas iman yang paling suci. Menurutnya, kehidupan iman harus memiliki fondasi yang kuat, yakni firman Tuhan, yang dipelajari dan direnungkan secara teratur serta diwujudkan melalui kedisiplinan dalam berdoa.
Ia menegaskan bahwa pertumbuhan iman tidak hanya bergantung pada pengetahuan tentang firman Tuhan, tetapi juga pada hubungan pribadi dengan Tuhan melalui doa yang berkelanjutan dan pimpinan Roh Kudus.
Selain itu, pertumbuhan rohani tidak dapat dilakukan seorang diri. Jemaat perlu saling menguatkan dan membangun dalam persekutuan sebagai satu tubuh Kristus.
Karena itu, ia mengajak setiap jemaat untuk membangun disiplin rohani dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui pembacaan Alkitab, doa, maupun keterlibatan aktif dalam persekutuan.
Kedua, memelihara diri dalam kasih Allah. Pdm. Henokh mengingatkan jemaat agar senantiasa menjaga kehidupan rohani supaya tidak menyimpang dari kehendak Tuhan.
Menurutnya, setiap orang percaya perlu menyadari bahwa dirinya hidup dalam kasih Allah dan harus terus memelihara hubungan tersebut di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Ia juga mengajak jemaat untuk mengingat Injil setiap hari, sebab kasih Allah telah dinyatakan melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib.
Dalam menghadapi berbagai persoalan dunia, jemaat diingatkan agar tidak mudah dikalahkan oleh kekhawatiran, melainkan tetap berpegang pada pengharapan akan rahmat Tuhan dan kedatangan Kristus.
Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan rohani dengan berhati-hati terhadap tontonan, pergaulan, dan kebiasaan yang dapat menjauhkan seseorang dari Tuhan.
Ketiga, menyelamatkan sesama yang sedang ragu atau tersesat. Pdm. Henokh menekankan bahwa orang percaya dipanggil untuk menunjukkan belas kasihan dan menolong sesama dengan penuh kelembutan.
Menurutnya, ketika melihat orang lain mulai menjauh dari Tuhan, jemaat tidak boleh bersikap acuh, tetapi harus hadir memberikan pertolongan, penguatan, dan bimbingan agar mereka kembali ke jalan yang benar.
Namun, ia mengingatkan bahwa menolong orang yang sedang bergumul dengan dosa harus dilakukan dengan penuh kewaspadaan. Jemaat tidak boleh berkompromi dengan dosa, tetapi juga tidak boleh kehilangan kasih terhadap orang yang berdosa.
Melalui firman Tuhan tersebut, Pdm. Henokh mengajak seluruh jemaat GBI ROCK Waropen untuk menerapkan ketiga pesan itu dalam kehidupan sehari-hari, yakni membangun iman yang teguh, memelihara diri dalam kasih Allah, dan menunjukkan kepedulian terhadap sesama.
Ia berharap, melalui kedisiplinan rohani dan kehidupan yang berlandaskan firman Tuhan, jemaat semakin bertumbuh dalam iman serta mampu menjadi berkat bagi keluarga, gereja, dan masyarakat.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela







