Gelapnya Jalan, Ancaman Kecelakaan di Warooen

Kasat Lantas Polres Waropen Iptu Jimmy H. J. Lufkey menyerahkan nasi tumpeng kepada Kapolres Waropen AKBP Tofan Irdiyanto dalam acara syukuran HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71. (Ft: Tamrin/mepago.co)

WAROPEN | MEPAGO.CO — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Waropen mencatat 18 kasus kecelakaan lalu lintas hingga 22 September 2026, dengan dua korban meninggal dunia. Jumlah kecelakaan tersebut masih lebih rendah dibandingkan 48 kasus yang tercatat sepanjang 2025, namun jumlah korban meninggal dunia meningkat dari satu menjadi dua orang.

Data tersebut disampaikan Kasat Lantas Polres Waropen, Iptu Jimmy H. J. Lufkey, S.I.P., M.H., dalam sambutannya pada peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 yang berlangsung di Aula Mapolres Waropen, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Waropen AKBP Tofan Irdiyanto, S.Sos., Wakil Bupati Waropen Yowel Boari, unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, serta sejumlah komunitas masyarakat.

Iptu Jimmy mengatakan, Satlantas Polres Waropen terus berupaya menekan angka kecelakaan melalui peningkatan patroli, pengawasan lalu lintas, serta edukasi keselamatan berkendara kepada masyarakat.

“Perlu Bapak/Ibu ketahui bahwa sampai dengan saat ini, tanggal 22 September, angka kecelakaan lalu lintas ada pada angka 18. Tahun lalu angka kecelakaan 48. Kami berupaya sampai dengan tanggal 22 ini untuk menekan itu sehingga di akhir tahun nanti kita bisa turun angka kecelakaan dibandingkan dengan tahun lalu,” ujarnya.

Meski jumlah kecelakaan mengalami penurunan, Iptu Jimmy menyoroti meningkatnya jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan.

“Tahun lalu satu yang meninggal dunia, tahun ini dua,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian Satlantas Polres Waropen karena keselamatan pengguna jalan tidak hanya diukur dari jumlah kecelakaan, tetapi juga dampak yang ditimbulkan terhadap korban.

Penerangan Jalan Jadi Perhatian

Iptu Jimmy juga menyoroti minimnya penerangan pada sejumlah ruas jalan yang dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat malam hari.

Selain masih ditemukannya pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, pihaknya juga menemukan pengendara yang tidak menyalakan lampu utama saat berkendara pada malam hari.

Karena itu, ia meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Waropen dan DPRK Waropen untuk memperhatikan pembangunan penerangan jalan umum sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

“Untuk itu, kebetulan ada Bapak Wakil Bupati, Bapak Wakil DPR, mungkin kami memohon untuk ke depannya ada penerangan jalan sehingga para pengguna jalan ini juga dapat menikmati jalan dengan baik dan dapat menghindari kecelakaan,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi jalan yang gelap menjadi salah satu persoalan yang ditemui petugas ketika menangani kecelakaan lalu lintas.

“Karena kecelakaan yang kami tangani ini karena memang suasana penerangan itu gelap sekali. Kalau terang, saya yakin dan percaya pasti yang ditabrak ini bisa mengambil langkah untuk menghindar,” jelasnya.

Satu Perkara Kecelakaan Diproses

Selain melakukan pencegahan, Satlantas Polres Waropen juga tengah menangani satu perkara kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Iptu Jimmy mengatakan, perkara tersebut sedang dalam proses penegakan hukum dan selanjutnya akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan peningkatan status penanganannya ke tahap penyidikan.

“Saat ini Satuan Lalu Lintas sedang melakukan satu proses hukum penegakan hukum, yaitu tindak pidana kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan meninggalnya seseorang. Saat ini sedang berlangsung dan setelah ini kita akan melakukan gelar perkara untuk menaikkan statusnya ke penyidikan,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan mendadak ketika melihat petugas kepolisian melakukan pengaturan lalu lintas.

Menurutnya, keberadaan personel Satlantas di jalan merupakan bagian dari pelayanan untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

Pengendara juga diminta tidak melakukan tindakan seperti berbalik arah secara tiba-tiba ketika melihat petugas karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Melalui momentum HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Satlantas Polres Waropen berkomitmen meningkatkan kegiatan kepolisian, mulai dari pengaturan lalu lintas pada pagi hari, patroli siang dan malam, hingga edukasi keselamatan berkendara.

“Harapan kami setelah Hari Ulang Tahun Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 ini, kami tetap melaksanakan kegiatan-kegiatan rutin yang ditingkatkan, strong point pagi, patroli maupun patroli malam, maupun edukasi-edukasi seperti tadi kita lihat bersama, sehingga harapan kami bagaimana Kamseltibcar Lantas itu aman dan kondusif,” pungkasnya.

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *