WAROPEN | MEPAGO.CO – Putra asli Waropen bagian Timur yang dikenal sebagai salah satu tokoh perjuangan di Waropen, Kaleb Woisiri, turut memberikan perhatian terhadap kegiatan pembagian sembako, perlombaan masyarakat, dan penyampaian pesan kebangsaan yang digelar di Kabupaten Waropen.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus menumbuhkan kepedulian, semangat gotong royong, dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Waropen.
Kaleb Woisiri mengatakan, pembagian sembako tidak semata-mata dimaknai sebagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga merupakan bentuk nyata kepedulian dan solidaritas antarsesama.
Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini perlu terus dilakukan sebagai sarana membangun rasa kekeluargaan, saling membantu, serta memperkuat hubungan antara Orang Asli Papua (OAP) dan masyarakat non-OAP yang hidup berdampingan di tanah Waropen.
“Yang paling penting bukan hanya bantuan yang diberikan, tetapi nilai kepedulian dan kebersamaan yang kita bangun melalui kegiatan ini,” ujarnya.
Selain pembagian sembako, rangkaian perlombaan yang melibatkan masyarakat juga dinilai memiliki nilai positif dalam memperkuat persatuan. Kehadiran masyarakat dalam suasana penuh kegembiraan dan sportivitas menjadi ruang untuk saling mengenal, berinteraksi, serta membangun hubungan yang lebih erat tanpa melihat perbedaan latar belakang.
Kaleb menilai ruang-ruang kebersamaan seperti itu perlu terus dihidupkan, terutama bagi generasi muda. Menurutnya, kebersamaan melalui kegiatan sosial dan olahraga dapat menanamkan pemahaman bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan dan membangun daerah secara bersama-sama.
Sebagai putra asli Waropen bagian Timur sekaligus tokoh perjuangan, Kaleb juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga persatuan, menghormati adat dan budaya setempat, serta menjunjung tinggi semangat kebangsaan.
Ia mengajak seluruh masyarakat, baik OAP maupun non-OAP, untuk melihat Waropen sebagai rumah bersama. Karena itu, setiap perbedaan hendaknya tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun daerah.
“Waropen adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga persatuan, hormati adat dan budaya, serta hidup berdampingan dengan penuh kedamaian. Perbedaan harus menjadi kekuatan untuk membangun Waropen yang aman, harmonis dan semakin maju,” pesannya.
Ia berharap semangat kebersamaan dan gotong royong yang tumbuh melalui kegiatan tersebut dapat terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari. Dengan persatuan seluruh elemen masyarakat, pembangunan Kabupaten Waropen diharapkan dapat berjalan semakin baik menuju daerah yang aman, damai, harmonis, dan sejahtera. (Redaksi)
Editor: Tamrin Sinambela







