Kepesertaan BPJS di Waropen Masih Rendah, Agen Perisai Hadapi Tantangan luran Peserta

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Biak, Tofan Akbar (kanan) bersama Ketua Agen Perisai Waropen, Yohanis Wonatorey, menunjukkan sinergi dan komitmen dalam memperluas kepesertaan BPJS di Kabupaten Waropen.. (Ft: Tamrin/mepago.co)

WAROPEN | MEPAGO.CO -Agen Perisai Motor BPJS di Kabupaten Waropen terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di tengah keterbatasan pelayanan dan belum tersedianya kantor BPJS di daerah tersebut.

Hingga saat ini, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Waropen tercatat sebanyak 183 peserta. Meski jumlah tersebut masih tergolong kecil, capaian itu dinilai merupakan hasil kerja keras para agen Perisai yang selama ini menjadi perpanjangan tangan BPJS di Waropen.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Biak, Tofan Akbar kepada media baru-baru ini.

Menurut Tofan, keberadaan agen Perisai sangat membantu BPJS Ketenagakerjaan dalam menjangkau masyarakat, khususnya pekerja informal dan masyarakat di daerah yang belum memiliki kantor pelayanan BPJS.

“Agen Perisai di Waropen sudah menunjukkan komitmennya untuk mengajak masyarakat masuk menjadi peserta BPJS. Walaupun jumlahnya masih kecil, tetapi ini adalah hasil kerja keras agen Perisai sebagai perpanjangan tangan BPJS di Waropen,” ujarnya.

la menjelaskan, sesuai amanat pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan diberikan tanggung jawab untuk mengelola lima program perlindungan bagi pekerja di Indonesia. Kelima program tersebut meliputi program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Menurutnya, seluruh program tersebut bertujuan memberikan perlindungan sosial dan jaminan kesejahteraan bagi para pekerja ketika menghadapi risiko kerja maupun saat memasuki usia pensiun.

Sementara itu, Ketua Agen Perisai BPJS Waropen, Yohanis Wonatorey yang juga kerap disapa Yosman Wonatorey, menjelaskan dirinya mulai memimpin agen Perisai di Waropen sejak tahun 2023.

la mengakui bahwa salah satu tantangan terbesar dalam meningkatkan kepesertaan BPJS di Waropen adalah masih banyak peserta yang terputus kepesertaannya akibat tidak lagi membayar iuran secara rutin.

“Peserta BPJS di Waropen banyak yang terputus karena tidak membayar iurannya. Alhasil sampai sekarang baru mencapai 183 peserta,” katanya.

Menurutnya, seluruh program tersebut bertujuan memberikan perlindungan sosial dan jaminan kesejahteraan bagi para pekerja ketika menghadapi risiko kerja maupun saat memasuki usia pensiun.

Sementara itu, Ketua Agen Perisai BPJS Waropen, Yohanis Wonatorey yang juga kerap disapa Yosman Wonatorey, menjelaskan dirinya mulai memimpin agen Perisai di Waropen sejak tahun 2023.

la mengakui bahwa salah satu tantangan terbesar dalam meningkatkan kepesertaan BPJS di Waropen adalah masih banyak peserta yang terputus kepesertaannya akibat tidak lagi membayar iuran secara rutin.

“Peserta BPJS di Waropen banyak yang terputus karena tidak membayar iurannya. Alhasil sampai sekarang baru mencapai 183 peserta,” katanya.

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *