CSR 100 Hektar di Kampung Baino Jaya Resmi Dimulai, Gubernur Papua Tanam Padi Perdana

Penanaman padi perdana oleh  Gubernur MDF bersama FX Mote di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Kampung Baino Jaya, Distrik Oudate, Kabupaten Waropen, Senin (18/5/26). ( Ft: Tamrin/mepago.co)

WAROPEN | MEPAGO.CO – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan memenuhi kebutuhan beras di Kabupaten Waropen, Provinsi Papua, Gubernur Papua Matius D Fakhiri melakukan penanaman padi secara simbolis di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Kampung Baino Jaya, Distrik Oudate, Kabupaten Waropen, Senin (18/5/26).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kunjungan kerja Gubernur Papua di Kabupaten Waropen yang dirangkaikan dengan program pengembangan sektor pertanian melalui Dinas Pertanian, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Waropen.

Dalam kegiatan itu, Gubernur Papua didampingi Ketua DPR Papua, Wakil Ketua MRP Papua, serta Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Ketua DPRK Waropen, Kapolres Waropen, dan Pabung Kodim 1709/Yawa.

Penanaman padi dilakukan secara simbolis di atas lahan berukuran kurang lebih 3×6 meter sebagai tanda dimulainya pengembangan lahan pertanian sawah rakyat seluas 100 hektar di Kampung Baino Jaya, Distrik Oudate.

Dalam sambutannya, Gubernur Papua menegaskan pentingnya pemberdayaan masyarakat lokal, khususnya para petani, agar program pertanian yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Ia meminta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membantu Bupati Waropen dalam merealisasikan program pembangunan daerah, terutama di sektor pertanian yang dinilai memiliki potensi besar.

Menurutnya, kondisi lahan pertanian di Kabupaten Waropen sangat baik dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi salah satu kawasan penyangga ketahanan pangan di Papua bersama kabupaten lain di Papua.

Lahan pertanian di Waropen sangat bagus. Ini menjadi peluang besar untuk mendorong sektor pertanian dan mendukung ketahanan pangan,” ujar Fakhiri.

Gubernur juga menyampaikan bahwa apabila program cetak sawah tersebut berhasil, maka Waropen berpotensi menjadi perhatian pemerintah pusat dalam program strategis nasional bidang ketahanan pangan.

“Kalau lahan sawah ini berhasil, maka ke depan ketahanan pangan sebagai salah satu program strategis nasional akan membawa pimpinan negara datang ke Waropen,” katanya.

Ia berharap dalam beberapa bulan ke depan lahan pertanian tersebut sudah mulai diolah dan menghasilkan produksi pertanian yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Gubernur Papua juga menegaskan komitmennya untuk kembali mengunjungi Waropen guna melihat perkembangan program pertanian tersebut secara langsung.

Selain itu, ia meminta para pimpinan OPD segera menyiapkan data-data pendukung agar seluruh program pembangunan dapat berjalan maksimal dan tepat sasaran.

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *