Wakil Bupati Waropen, Yowel Boari (nomor dua dari kiri), memegang akar kuning sebelum dimasukkan ke dalam kolam penampungan sebagai tanda dimulainya proses pengolahan pada acara pengoperasian sekaligus peresmian Pabrik Tali Kuning milik PT. Sumber Akar Indo di SP.4 Kampung Botawa. (Ft: IST)
WAROPEN | MEPAGO.CO – Pabrik pengolahan akar kuning atau tali kuning milik PT. Sumber Akar Indo di SP.4 Kampung Botawa, Kabupaten Waropen, resmi mulai beroperasi sejak Jumat, 26 Juni 2026. Pengoperasian sekaligus peresmian pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 3 hektare itu dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Waropen, Yowel Boari, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Waropen terhadap investasi yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Juru Bicara sekaligus Juru Bahasa PT. Sumber Akar Indo Waropen, Herman, saat ditemui media di kawasan pabrik menjelaskan, saat ini perusahaan telah membangun 33 kolam yang difungsikan sebagai tempat penampungan bahan baku dan proses pengeringan.
Menurut Herman, perusahaan membeli akar kuning dari masyarakat dengan harga Rp3.500 per kilogram. Setelah diterima di pabrik, bahan baku akan melalui proses penampungan, pengolahan, hingga pengeringan. Hasil olahan tersebut kemudian dicampur garam sehingga menghasilkan tepung yang siap dipasarkan.
“Hasil produksi dari Waropen selanjutnya dikirim melalui Surabaya sebelum diekspor ke Tiongkok,” jelas Herman.
Ia mengatakan harga pembelian akar kuning dari masyarakat berpeluang meningkat seiring perkembangan pasar. Kehadiran pabrik ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh nilai jual yang lebih baik karena tidak lagi harus membawa hasil panen ke daerah lain.
Tidak hanya masyarakat Waropen, warga dari Biak maupun Serui kini juga dapat menjual akar kuning langsung ke pabrik di Botawa.
Herman menambahkan, sebelum beroperasi di Waropen, PT. Sumber Akar Indo telah memiliki pabrik serupa di Sorong, Manokwari, dan Nabire. Pabrik di Waropen menjadi yang keempat dan dibangun untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Selama ini masyarakat banyak menjual hasil akar kuning ke Nabire. Kini mereka cukup datang ke Waropen sehingga lebih mudah, biaya transportasi lebih ringan, dan pelayanan menjadi lebih cepat,” pungkasnya.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela







