Pemkab Mamberamo Tengah Resmi Bangun Gereja GKI Kalvari

 22 total views

MEPAGO.CO,MEGAMBILIS-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamberamo Tengah (Mamteng) berkomitmen untuk membangun  tempat ibadah bagi semua dedominasi  gereja yang ada di kabupaten itu. Kali ini, Pemkab Mamberamo Tengah secara resmi membangun gedung gereja GKI Jemaat Kalvari Klasis Balim Yalimo di Taria, Distrik Megambambilis.

Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Ricky Ham Pagawak, SH,MSi, Rabu (3/6) kemarin yang disaksikan Ketua Klasis Balim Yalimo Pdt. Abraham Ungirwalu, STh, Pdt. Bernard Warijo, STh dan sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Mamberamo Tengah maupun jemaat.

Bupati Ricky Ham Pagawak (RHP) mengatakan, pihaknya sudah dari awal sejak dilantik sebagai bupati, berkomitmen penuh ada bersama-sama dengan gereja sesuai visi dan misi.

Sebagai buktinya, pemerintah sudah membangun gereja bagi dedominasi gereja yang ada di Kabupaten Mamberamo Tengah, mulai dari Gereja GIDI dan GJRP,

“Tahun ini, kami mulai membangun Gereja Katolik di Distrik Ilugwa. Dan hari ini, pemerintah membangun Gereja GKI di Distrik Megambilis,” ujarnya dalam siaran pers yang dikirim ke redaksi MEPAGO.CO, kemarin.

Menurut Bupati RHP, pemerintah sudah menyatakan sikap untuk mendukung penuh pelayanan maupun pembangunan gereja GKI Jemaat Kalvari.

“Jemaat sudah berupaya membagun gereja selama 5 tahun, namun belum selesai sehingga pemerintah mengambil alih pembangunannya. Dan mulai hari ini, saya bersama Ketua Klasis Balim Yalimo meletakan batu pembangunan gereja,” imbuhnya.

Bupati dua periode ini mengaku, pihaknya akan berupaya agar  pembangunan Gereja GKI Kalvari bisa selesai pada tahun ini sehingga nantinya bisa digunakan untuk beribadah.

Selain membangun Gereja GKI, menurut bupati, pihaknya juga akan membangun Gereja bagi jemaat GBI yang juga berada di Distrik Megambilis.

Sementara Ketua Klasis Balim Yalimo, Pdt. Abraham Ungirwalu memberikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah yang sudah membangun gereja bagi jemaat GKI.

“Ini bagian dari pembinaan spiritual bagi jemaat, ketika jemaat dibina dan difasilitasi secara maksimal, maka ini akan berdampak kehidupan  jemaat,” ujarnya. (humas)

Editor : Robin Sinambela

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *