Pemkab Yapen Ikuti Rapat Evaluasi Angka Inflasi Daerah Tahun 2022

 26 total views

Suasana video conference di gedung aula rumah jabatan Bupati Yapen dengan Pemerintah Pusat rapat evaluasi angka inflasi, Selasa 30 Agustus 2022. (Foto: Galib)

MEPAGO,CO. YAPEN – Pemerintah kabupaten kepulauan Yapen mengikuti rapat evaluasi angka inflasi daerah bersama dengan Menteri Dalam Negeri, Menko Polhukam, Kejaksaan Agung, Panglima, Kapolri, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, BPS dan seluruh para Gubernur, Bupati Walikota, Kejaksaan, Kepolisian serta Kodim seluruh Indonesia melalui video conference di gedung aula rumah jabatan Bupati Yapen Selasa 30 Agustus 2022.

Rapat evaluasi inflasi daerah dihadiri Bupati Yapen Tonny Tesar, S.Sos, Sekda Erni R Tania, S.IP, Kajari Serui Hendry Marulitua, SH, MH, Dandim 1709/ Yawa Letkol Inf, Catur Prasetyo Nugroho, Wakapolres Kepulauan Kompol Hardi dan para pimpinan OPD.

Bupati Tonny Tesar kepada Media Mepago usai acara menjelaskan bahwa angka inflasi daerah yang terus meningkat sampai akhir tahun ini. Hal ini dampak dari Pandemi yang belum selesai.

Disamping itu, tentang adanya kenaikan harga bahan pangan yang dipicu terjadinya perang Rusia – Ukraina, dampak kekeringan di beberapa daerah.

Hal ini membuat laju inflasi dunia naik dan Indonesia cenderung naik. Oleh karena itu Presiden RI, Ir Joko Widodo menyampaikan kepada semua para Menterinya untuk menjaga angka inflasi ini agar terkontrol dengan baik.

Presiden Joko widodo berharap seluruh stakeholder mulai dari pemerintah pusat, Gubernur dan Bupati/Walikota dan semua Forkopimda harus mulai bersatu kembali bersama-sama gotong royong untuk menekan laju pertumbuhan inflasi.

“Saat ini angka tertinggi inflasi adalah di sektor pangan seperti cabe, bawang putih dan lain sebagainya termasuk minyak goreng,” ungkap Bupati.

Hal itu bisa kita tekan, lewat kerjasama dengan seluruh masyarakat terutama juga dari bantuan TNI / POLRI dan stake holder lainnya.

Kerja sama Pemda dengan TNI / POLRI untuk membuka lahan masyarakat, sehingga warga gemar menanam cabe dan Bawang serta pangan lainnya agar tidak ada gejolak harga kita temukan kedepan.

“Kita harus melakukan kerjasama yang baik antara pihak Forkopimda untuk bisa menjaga penyaluran BBM bersubsidi, sehingga benar-benar kepada masyarakat yang membutuhkan,”ujarnya lagi.

Prasiden Jokowi perintahkan kepada seluru Gubernur Bupati Walikota, selaku kepanjangan tangan dari pemerintah pusat, agar mengambil langkah-langkah dengan membentuk tim Satgas dan tindak lanjut pelaksanaannya di lapangan sehingga akhir tahun yang tinggal 4 bulan dapat menjaga pertumbuhan ekonomi dengan baik. (***)

Penulis: Galib Maswatu

Editor: Tamrin Sinambela

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *