MEPAGO.CO

Terpercaya dan Selalu Ada Dihati

banner 728x100

Bupati : Jangan ‘Ajari’ Anak Didik Jadi Tukang Demo

Bupati : Jangan ‘Ajari’ Anak Didik Jadi Tukang Demo
Bupati Tonny Tesar, S.Sos ketika menyalami warga di dermaga POOM saat bertolak ke Kampung Miosnum. (Ft. MEPAGO/Jerry)

MEPAGO.CO.SERUI – Bupati Yapen Tonny Tesar, S.Sos sangat menyayangkan ulah para guru SMP N Satu Atap POOM yang meliburkan anak sekolah selama 3 minggu. Sikap guru tersebut, dinilai Bupati adalah perbuatan yang tidak terpuji.

Padahal kata Bupati, semua hak guru tingkat SD dan SMP sebagaimana kewenangan daerah sudah dibayar, seperti gaji, uang lauk pauk (ULP), tambahan penghasilan bersyarat (TPB) hingga sertifikasi. ‘’Total penerimaan guru hampir mencapai 10 juta/bulan. Jadi aneh rasanya, hanya gara-gara hak 3T yaitu terluar terisolasi dan terpinggir yang kewenangan dan kebijakannya pada pemerintah pusat belum terbayarkan, masa Kepala Sekolah dan guru melakukan aksi mogok,’’ katanya geleng-geleng kepala.

“Kalo kita liat penerimaan guru ada 4 yaitu uang gaji, uang lauk pauk, uang sertifikasi, guru juga punya satu lagi yaitu daerah terluar. Jadi guru itu sebenarnya terima gaji lebih besar dari pada petugas kesehatan,” ungkapnya.

Guru kata Bupati punya tanggungjawab besar mencerdaskan anak-anak bangsa sekolah tingkat SD sampai SMP yang ada di Kepulauan Yapen. “Ini amanat untuk saya, jadi saya langsung mengambil langkah langkah, jadi saya pikir kita semua sama dari orang tua dan lain lain, anak anak harus pintar dan berkehidupan yang baik, bagaimana kita harus menyekolahkan anak anak kita dengan baik, mari kita saling mrmbantu,” ujar Bupati pada pertemuan dengan guru, orang tua dan masyarakat saat kunker di Distrik POOM.

‘Nah ketika saya mendengar sekolah ditutup karena aksi mogok guru bahkan didukung para orang tua, saya marah besar, ‘’imbuhnya.

Tindakan seperti ini, tegas Bupati, termasuk pidana, karena  hak hak untuk belajar di sekolah tidak di berikan. “Kita telah merampas hak hak anak untuk belajar, jadi disitu saya langsung perintahkan Kepala dinas pendidikan segera ambil langkah,” ungkapnya.

Kepentingan apa sampai kepala sekolah ini menutup dan membuat anak tidak sekolah ? Kalo memang kalian mogok sekalian saja kalian tidak dapat gaji sekalian. ‘’Ini anak asli Anak Papua, apa kalian tidak punya hati, saya telefon kepala dinas, kau tidak ganti kepala sekolah, saya yang ganti kau!,’’ kata Bupati.

Pekerjaan guru lanjutnya, sangat mulia . oleh karena itu, jika guru mengajar anak-anak ini baik, pasti anak-anak ini jadi baik. Jadi kalau guru mengajar demo seperti ini, pasti dia jadi tukang demo nantinya. “Saya sampaikan kepada guru guru bahwa pekerjaan guru itu pekerjaan mulia, membantu anak anak menjadi sukses. Orang tua juga punya hak, jadi kalo ada guru guru yang melakukan mogok mengajar, segera di lapor,” tandasnya.

Penulis: Nato (Yapen) !

Editor : Jerry

 

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan