Armada alat berat saat melakukan pengaspalan ruas jalan Botawa–Koweda-Barapasi. (Ft: Tamrin/mepago.co)
BOTAWA | MEPAGO.CO – Pembangunan ruas jalan Botawa–Koweda- Barapasi yang juga menghubungkan Kampung Botawa-Mambay sepanjang 6,630 kilometer pada Tahun Anggaran 2026 kini memasuki tahap pengaspalan HRS (Hot Mix) . Progres ini disambut antusias oleh masyarakat, khususnya warga di wilayah timur Kabupaten Waropen yang selama ini mendambakan akses jalan beraspal yang layak.
Kebahagiaan itu diungkapkan Dorteis Didam, warga Botawa, saat menyaksikan langsung proses pengaspalan di lapangan. Ia menyebut, pembangunan jalan tersebut menjadi harapan besar masyarakat setelah sekian lama harus melewati jalur alternatif yang sulit dan terbatas.
“Terus terang kami sangat merindukan jalan ini. Selama ini kami hanya lewat jalan tikus, tapi sekarang kami sudah lihat langsung pengaspalan. Harapan kami, jalan ini bisa diaspal sampai ke ujung wilayah timur, hingga Koweda,” ujarnya.
Selain peningkatan kualitas jalan, Dorteis juga menyoroti pentingnya pembangunan jembatan permanen di sepanjang ruas tersebut. Menurutnya, keberadaan jembatan kayu yang masih digunakan saat ini sangat rawan rusak dan berisiko menghambat akses masyarakat.
“Intinya jalan harus diaspal dan jembatan harus permanen. Jangan lagi pakai jembatan kayu, karena kalau rusak atau putus, percuma jalan sudah bagus tapi tidak bisa dilewati,” tegasnya.
Ia juga berharap agar ruas jalan Botawa–Wapoga dapat segera tersambung dan diaspal secara menyeluruh.
Dengan demikian, konektivitas dari wilayah barat hingga timur Waropen dapat terwujud, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Diketahui, ruas jalan ini merupakan bagian dari jalan nasional yang dikelola oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) IX Papua dan Papua Pegunungan.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editot: Tamrin Sinambela
