Peran BUMN dalam Mengangkat Derajat Pers Lokal melalui Program UKW: Menuju Masyarakat yang Terinformasi dan Partisipatif

Utama743 Dilihat

Foto: Ilustrasi

 

Oleh: Tamrin Sinambela

Pertumbuhan dan perkembangan sebuah negara tidak hanya diukur dari aspek ekonomi semata, tetapi juga dari seberapa besar masyarakatnya terinformasi dan terlibat dalam kehidupan demokratis.

Pers sebagai lembaga pemberi informasi dan penjaga demokrasi menjadi tulang punggung dalam mewujudkan masyarakat yang terarah. Di Indonesia, Perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) telah menjalankan peran yang vital melalui program UKW (Usaha Kecil dan Menengah Berbasis Warta) untuk memajukan dan memberdayakan pers lokal.

Pers lokal memiliki peran strategis dalam membangun demokrasi yang inklusif dan dinamis. Mereka tidak hanya menyajikan berita lokal tetapi juga memberikan ruang bagi aspirasi dan suara masyarakat di tingkat yang lebih dekat. Dengan cara ini, pers lokal mampu membangun ikatan kuat antara masyarakat dan pemerintah, menciptakan kesadaran akan masalah-masalah lokal, dan memfasilitasi dialog yang konstruktif.

Namun, pers lokal juga dihadapkan pada sejumlah tantangan, termasuk keterbatasan sumber daya, persaingan yang ketat, dan terbatasnya akses terhadap pelatihan dan teknologi terkini. Inilah dimana Perusahaan BUMN muncul sebagai pemain kunci melalui program UKW, untuk memberikan dukungan holistik yang diperlukan agar pers lokal dapat berkembang dan menjalankan perannya dengan lebih efektif.

Program UKW merupakan langkah strategis BUMN dalam mendukung perkembangan pers lokal. Melalui program ini, BUMN tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga mendampingi, melatih, dan memberdayakan media lokal agar dapat berdiri sendiri. Inisiatif ini dirancang untuk menciptakan ekosistem pers lokal yang sehat dan berkelanjutan.

Salah satu pilar utama dari program UKW adalah pelatihan dan penguatan kapasitas untuk para profesional media lokal. BUMN bekerja sama dengan ahli industri dan praktisi media untuk menyelenggarakan workshop, seminar, dan pelatihan rutin. Ini melibatkan berbagai aspek, mulai dari keterampilan jurnalistik hingga manajemen redaksi dan penggunaan teknologi informasi yang efektif.

Melalui pelatihan ini, para jurnalis lokal dapat mengasah keterampilan mereka, meningkatkan kualitas pemberitaan, dan mengadopsi praktik terbaik dalam industri. Dengan pengetahuan yang diperoleh, mereka dapat menghasilkan konten yang lebih berkualitas dan relevan untuk masyarakat setempat.

Selain pelatihan, program UKW juga menyediakan pendampingan dalam manajemen dan keuangan untuk media lokal. Aspek ini melibatkan pembinaan dalam merancang model bisnis yang berkelanjutan, pengelolaan keuangan yang efisien, dan peningkatan kapasitas manajerial. Tujuan utamanya adalah agar media lokal dapat mandiri secara finansial dan beroperasi dengan efisiensi.

Pendampingan manajemen dan keuangan ini juga melibatkan penerapan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional media lokal. Pemanfaatan platform digital dan alat manajemen modern dapat membantu media lokal agar lebih kompetitif dalam pasar informasi yang semakin dinamis.

Dukungan BUMN melalui program UKW telah membawa dampak positif yang signifikan pada pers lokal dan masyarakat setempat.

Media lokal yang mendapatkan dukungan dari program UKW mencatat peningkatan kualitas pemberitaan. Jurnalis lokal tidak hanya memahami standar etika jurnalistik yang tinggi tetapi juga mampu melibatkan diri dalam penyelidikan mendalam terhadap isu-isu lokal. Pemberitaan yang lebih mendalam dan berkualitas ini memberikan masyarakat akses yang lebih baik ke informasi yang akurat dan relevan.

Melalui program UKW, media lokal telah menjadi wadah bagi pemberdayaan masyarakat. Masyarakat kini dapat menggunakan media lokal sebagai alat untuk menyuarakan aspirasi, menciptakan kesadaran akan masalah-masalah lokal, dan berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Media lokal yang berdaya mampu membangun keterlibatan aktif masyarakat dalam kehidupan publik.

Dengan peningkatan kualitas dan kuantitas pemberitaan lokal, masyarakat mendapatkan akses yang lebih baik ke informasi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Ini tidak hanya meningkatkan tingkat literasi informasi tetapi juga membantu masyarakat dalam membuat keputusan yang lebih baik mengenai isu-isu lokal dan nasional.

Meskipun program UKW telah memberikan kontribusi positif yang signifikan, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi agar program ini dapat mencapai potensinya yang penuh.

Keterbatasan sumber daya, baik dalam hal keuangan maupun sumber daya manusia, tetap menjadi kendala utama. BUMN perlu terus mencari solusi kreatif dan menggandeng pihak ketiga, termasuk mitra industri dan organisasi nirlaba, untuk bersama-sama mengatasi keterbatasan ini.

Perkembangan teknologi digital terus mengubah paradigma media. BUMN dan media lokal perlu terus beradaptasi dengan perubahan ini, termasuk mengintegrasikan teknologi digital dalam operasional sehari-hari mereka dan meningkatkan literasi digital di kalangan jurnalis dan manajer media lokal.

Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan media lokal sebagai alat pemberdayaan tetap menjadi tantangan. Diperlukan upaya lebih lanjut dalam meningkatkan literasi media masyarakat dan mengajak mereka untuk berkontribusi aktif dalam proses produksi dan konsumsi berita.

Program UKW yang diinisiasi oleh BUMN memberikan contoh nyata bagaimana perusahaan dapat berperan sebagai agen pembangunan melalui pemberdayaan pers lokal. Dengan memberikan dukungan finansial, pelatihan, dan pendampingan, BUMN telah mendorong terbentuknya ekosistem pers lokal yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Peran BUMN bukan hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai bagian integral dari tatanan sosial dan demokratis. Dengan menjalankan peran ini melalui program UKW, BUMN telah membantu membangun masyarakat yang terinformasi, terlibat, dan memiliki kapasitas untuk berpartisipasi aktif dalam proses demokratis.

 

Menteri BUMN: Wartawan, Elemen Kunci Kemajuan Industri Pers

Jakarta, 15 Februari 2024

Dalam merespons peran strategis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terhadap kemajuan industri pers di Indonesia, Menteri BUMN menekankan bahwa wartawan memiliki peran krusial sebagai elemen kunci dalam industri pers. Dalam konferensi pers di Jakarta hari ini, Menteri BUMN menyoroti pentingnya dukungan dari pemerintah dan BUMN untuk memastikan sinergi antara industri pers dan BUMN tetap kuat.

“Wartawan adalah elemen kunci dalam industri pers yang memainkan peran vital dalam menyampaikan informasi dan mengawasi tindakan pemerintah dan BUMN. Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas,” kata Menteri BUMN.

Dalam menjaga sinergi antara industri pers dan BUMN, pemerintah dan BUMN terus memberikan dukungan melalui berbagai inisiatif, termasuk penyelenggaraan Usaha Kecil dan Menengah Berbasis Warta (UKW). Program ini diharapkan dapat memperkuat hubungan positif antara industri pers dan BUMN, sekaligus meningkatkan kualitas dan dampak informasi yang disampaikan kepada masyarakat.

Program UKW diinisiasi dengan tujuan mendorong kerjasama yang erat antara BUMN dan wartawan. Melalui UKW, BUMN memberikan dukungan finansial dan bimbingan kepada wartawan untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap peran BUMN dalam mendorong kemajuan pers.

“Harapan kita melalui UKW adalah terciptanya wadah yang kondusif bagi wartawan untuk lebih memahami peran BUMN. Sehingga, informasi yang disampaikan oleh media dapat lebih kontekstual dan mendalam,” tambah Menteri BUMN.

Program ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi wartawan untuk menggali lebih dalam informasi seputar BUMN, serta memberikan ruang bagi BUMN untuk menjelaskan peran dan kontribusi mereka dalam pembangunan nasional.

Menteri BUMN menutup pernyataannya dengan menyampaikan harapan bahwa industri pers dapat tetap bersinergi dengan BUMN demi kemajuan bersama. “Kami ingin melihat industri pers tidak hanya sebagai penyalur informasi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendorong pembangunan dan perubahan positif di Indonesia. Dukungan pemerintah dan BUMN akan terus ada untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi perkembangan industri pers,” kata Menteri BUMN.

 

Hendry Ch Bangun Buka Kompetisi UKW PWI-BUMN: Peran BUMN dalam Kemajuan Pers

Jakarta, 28 Desember 2023

Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Hendry Ch Bangun, bersama Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Sayid Iskandarsyah, memberikan penjelasan terkait dimulainya kompetisi UKW PWI-BUMN pada hari Kamis-Jumat (28-29/12). Kompetisi ini diselenggarakan secara serentak di tiga lokasi, yaitu Manado oleh PWI Sulawesi Utara (Sulut), Kupang oleh PWI Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Banda Aceh oleh PWI Provinsi Aceh.

Menurut Hendry Ch Bangun, kompetisi ini menjadi langkah signifikan dalam mendorong peran wartawan dalam meliput serta mengulas peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terhadap kemajuan pers melalui program Usaha Kecil dan Menengah Berbasis Warta (UKW). Acara tersebut akan melibatkan seluruh anggota PWI di Indonesia, termasuk PWI Surakarta.

Direktur Lembaga Usaha Kecil Warta (LUKW) PWI Pusat, Firdaus Komar, memberikan penjelasan lebih lanjut tentang kriteria peserta dan aturan kompetisi. Peserta UKW PWI-BUMN harus memenuhi kriteria tertentu, dan tema lomba adalah ‘Peran BUMN terhadap Kemajuan Pers melalui UKW’. Para peserta diharapkan menghasilkan karya jurnalistik berupa feature dengan minimal 1.500 karakter.

Firdaus Komar menegaskan, “Kami ingin peserta tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga mampu memberikan analisis mendalam mengenai peran BUMN dalam kemajuan pers melalui program UKW. Karya yang dikirimkan harus mampu mencerminkan pemahaman mendalam terhadap tantangan dan peluang di sektor pers terkait dengan peran BUMN.”

Peserta di tiga lokasi tersebut akan bersaing untuk menghasilkan karya terbaik, dan karya yang berhasil akan dikirimkan melalui link yang disediakan oleh admin PWI Pusat dalam waktu maksimal tiga hari setelah pelaksanaan UKW di masing-masing daerah.

Hendry Ch Bangun menutup penjelasannya dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan harapannya agar kompetisi ini dapat menjadi panggung bagi ide dan analisis yang inovatif terkait peran BUMN dalam kemajuan pers di Indonesia. “Kami berharap UKW PWI-BUMN ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana membangun jejaring antarwartawan dan BUMN untuk kemajuan pers kita bersama,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *