Pesawat ATR Akan Mendarat di Bandara Botawa, Gubernur Papua Pastikan Dukungan Transportasi Udara

Gubernur Papua memberikan keterangan pers terkait pengembangan Bandara Botawa yang ke depan akan mulai membuka kembali akses penerbangan guna mendukung konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. (Ft: Tamrin/mepago.co)

BOTAWA | MEPAGO.CO – Matius D. Fakhiri meninjau Bandar Udara Botawa di Kabupaten Waropen, Senin (18/5/2026), sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Papua mempercepat konektivitas transportasi dan pembangunan di wilayah pesisir utara Papua.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur yang akrab disapa MDF itu menegaskan komitmennya untuk memperpanjang landasan pacu (runway) serta membenahi sejumlah fasilitas penunjang Bandara Botawa agar ke depan dapat didarati pesawat jenis ATR.

Menurutnya, kehadiran pesawat ATR akan membuka akses transportasi udara yang lebih baik bagi masyarakat Waropen sekaligus mempercepat distribusi barang, mobilitas masyarakat, hingga pelayanan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Mudah-mudahan dalam waktu dekat setelah kita selesaikan bandara, yaitu perpanjang runway-nya, kemudian kita perbaiki infrastruktur lain supaya bisa mempercepat masuknya pesawat ATR ke Kabupaten Waropen,” ujar MDF saat melakukan peninjauan.

Ia menilai peningkatan fasilitas bandara menjadi langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan mempercepat konektivitas antardaerah di Papua.

“Kami berharap bisa masuk, ini juga mempercepat arus lalu lintas udara untuk mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Waropen,” katanya.

Dalam kesempatan itu, MDF juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua saat ini memberikan perhatian khusus kepada tiga kabupaten, yakni Waropen, Sarmi, dan Mamberamo Raya. Ketiga wilayah tersebut dinilai masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah.

“Saya sering menyampaikan bahwa Waropen, Sarmi, dan Mamberamo ini selalu bikin buruk warna merah statistik Provinsi Papua. Sehingga fokus saya di tiga ini,” ungkapnya.

Meski pemerintah tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran, MDF memastikan pembangunan di daerah tidak akan berhenti.

Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran harus dijadikan motivasi untuk terus bekerja menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan secara bertahap.

“Bagi kami saya yakin dan percaya itu bukan suatu alasan yang harus kita ratapi, tapi membuat kami semangat untuk perlahan kita menyelesaikan persoalan-persoalan itu,” tegasnya.

Peninjauan Bandara Botawa tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Gubernur Papua di Kabupaten Waropen untuk melihat langsung kondisi infrastruktur dan kebutuhan pembangunan daerah, khususnya di sektor transportasi yang dinilai menjadi salah satu kunci utama percepatan kemajuan wilayah pesisir utara Papua.

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *