Prajurit Yonif TP 860/NSK Ibadah Bersama Jemaat Betania Waren, Perkuat Iman dan Kemanunggalan TNI-Rakyat

WAROPEN | MEPAGO CO – Prajurit Yonif TP 860/NSK yang beragama Nasrani melaksanakan ibadah Minggu bersama Jemaat Betania Waren, Kabupaten Waropen, Papua, Minggu (23/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat keimanan sekaligus membangun kedekatan dan kebersamaan dengan masyarakat di wilayah penugasan.

Ibadah yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.30 WIT tersebut berjalan khidmat dan penuh kedamaian. Ibadah dipimpin Pendeta Maria Rumandewai dan diikuti para prajurit Yonif TP 860/NSK bersama jemaat Gereja Betania Waren.

Dalam ibadah tersebut, prajurit dan jemaat bersama-sama memanjatkan doa bagi keselamatan, kedamaian dan ketenteraman bangsa, serta memohon kelancaran dalam setiap pelaksanaan tugas dan pengabdian.

Kehadiran prajurit dalam ibadah bersama masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari pembinaan mental dan spiritual personel, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi serta membangun komunikasi yang harmonis dengan warga.

Melalui kegiatan keagamaan tersebut, prajurit diharapkan dapat menjaga keimanan, moril, ketenangan dan kesiapan mental dalam menjalankan tugas di wilayah penugasan.

Selain itu, keterlibatan prajurit dalam kehidupan keagamaan masyarakat merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial. Interaksi yang terbangun secara langsung diharapkan mampu menumbuhkan rasa saling percaya, semangat kebersamaan, serta memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Usai ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama antara prajurit Yonif TP 860/NSK, pendeta, dan pengurus gereja. Kebersamaan tersebut menjadi simbol terjalinnya hubungan yang baik antara prajurit dan jemaat.

Dengan semakin eratnya komunikasi dan silaturahmi, diharapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah Waren, Kabupaten Waropen, dapat terus terjaga dan semakin kuat.
Seluruh rangkaian kegiatan ibadah Minggu berlangsung aman, tertib, lancar, dan penuh kekhidmatan hingga selesai. (Pen Yonif TP 860)

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *