Bupati Waropen Fransiscus Xaverius Mote dan Wakil Bupati Yowel Boari mengenakan kemeja putih lengan panjang di barisan paling depan saat berfoto bersama usai ibadah syukur satu tahun kepemimpinan. ( Ft: Tamrin/mepago.co)
WAROPEN | MEPAGO.CO – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan, Bupati Waropen Fransiscus Xaverius Mote menegaskan komitmennya bersama Wakil Bupati Yowel Boari untuk menjalankan amanah masyarakat serta meletakkan fondasi kuat menuju visi “Waropen Bangkit, Mandiri, Sejahtera dan Berkeadilan.”
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Mote dalam refleksi satu tahun kepemimpinannya yang genap pada 20 Februari 2026, usai ibadah syukur yang berlangsung di Gedung Aula Kantor Klasis GKI Waropen, Jumat (20/2/2026) malam.
Momentum itu bertepatan dengan satu tahun pelantikannya oleh Presiden Republik Indonesia pada 20 Februari 2025 di Istana Negara.
“Momentum ini adalah perwujudan komitmen kami terhadap amanah yang telah diberikan oleh seluruh masyarakat Waropen. Dalam satu tahun pertama, kami berupaya meletakkan fondasi yang kuat untuk mewujudkan visi Waropen Bangkit dan Mandiri,” ujar Mote.
Ibadah syukur tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Waropen, para mantan Bupati dan Wakil Bupati Waropen, mantan Bupati Yapen Waropen Philips Wona, Ketua DPRK Waropen, Komandan Batalyon Yonif TP 860/NSK Waropen, Plt. Sekda, jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Waropen, Wakapolres Waropen, Pabung Kodim 1709/Yawa, para mantan pimpinan dan anggota DPRD, pimpinan BUMN/BUMD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, ASN, serta masyarakat umum.
Bupati Mote mengungkapkan, sejak tiba di Waropen pada 5 Maret 2025, dirinya bersama Wakil Bupati yang berasal dari latar belakang suku berbeda diterima dengan penuh kasih oleh masyarakat adat melalui nilai luhur Kanibararuko. Penerimaan tersebut menjadi kekuatan moral untuk bekerja dengan jujur, tulus, dan sepenuh hati.
Dalam 365 hari kepemimpinan, lanjut Mote, Pemerintah Kabupaten Waropen memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar.
Program yang tengah berjalan meliputi peningkatan pelabuhan sebagai pintu gerbang ekonomi daerah, pengembangan pelabuhan udara, pembangunan ruas jalan antar distrik, serta percepatan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Tipe C.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Kesehatan RI atas dukungan pembangunan sektor kesehatan di Waropen, termasuk dukungan masyarakat adat yang telah menyediakan lokasi pembangunan.
Selain itu, Pemkab Waropen menandatangani nota kesepahaman (MoU) pengoperasian kapal cepat guna memperkuat konektivitas maritim, serta merencanakan peningkatan Dermaga Waren untuk pelayanan kapal Pelni.
Di bidang tata kelola pemerintahan, penataan birokrasi menunjukkan peningkatan disiplin dan profesionalisme.
Sepanjang tahun pertama, pemerintah daerah telah menetapkan enam Peraturan Daerah, 42 Peraturan Bupati, dan 101 Keputusan Bupati sebagai bagian dari penguatan regulasi dan tata kelola keuangan daerah.
Realisasi APBD Tahun Anggaran 2025 dilaporkan melampaui target pendapatan, terutama dari transfer ke daerah dan dana desa.
Pemerintah daerah juga berkomitmen memperbaiki laporan keuangan guna keluar dari opini disclaimer Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang terjadi selama 18 tahun terakhir.
Sementara itu, dalam upaya memperkuat pelayanan hingga tingkat kampung, Pemkab menargetkan pembentukan 11 kampung definitif pada 2026 serta memastikan penyaluran dana desa berjalan transparan dan akuntabel.
Di bidang adat dan budaya, tahun 2025 ditandai dengan pelaksanaan Musyawarah Besar Masyarakat Adat Waropen dan Festival Bakau.
Pemerintah juga menyalurkan dana hibah keagamaan sebesar Rp16,454 miliar serta memberikan insentif kepada para kepala suku sebagai bagian dari implementasi Otonomi Khusus Papua.
Melalui misi “Waropen Terang”, tambah Mote, pemerintah daerah memperkuat kerja sama dengan PLN guna menjamin pasokan listrik yang stabil, termasuk rencana penambahan mesin pembangkit serta program listrik gratis masuk rumah bagi masyarakat di wilayah timur Waropen.
Pemkab juga mendukung program nasional Kampung Nelayan Merah Putih sebagai upaya pemberdayaan sektor kelautan dan perikanan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Mote mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan dan stabilitas daerah serta bijak menggunakan media sosial.
“Mari kita hindari penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Saring sebelum sharing. Jangan biarkan jempol kita merusak pembangunan dan persatuan yang sedang kita bangun bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, keamanan yang terjaga berkat sinergi TNI-Polri dan seluruh unsur keamanan menjadi modal utama dalam mendukung keberlanjutan pembangunan daerah.
Menutup refleksi satu tahun kepemimpinannya, Bupati Mote mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi demi mewujudkan Waropen yang bangkit, mandiri, sejahtera, dan berkeadilan di bawah semangat “Ndi Sowosio Ndi Korako” serta nilai Kanibararuko.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela
