Sejarah Sepakbola PON 1993 Terulang Papua Bertemu Aceh di Final

Pertandingan sepakbola putra antara Papua vs Kalimantan Timur di babak semifinal PON XX Papua 2021. Tim Papua pastikan lolos ke final setelah membungkam tim Kaltim (5-1) di stadion Mandala Jayapura, Selasa 12 Oktober 2021. (Foto: PN POIN XX Papua/ Daniel R R Wambrauw)

MEPAGO,CO. JAYAPURA – Partai final pertandingan sepakbola Pekan Olahraga Nasional (PON)  XX Papua, tim sepakbola paling Timur yaitu Papua menghadapi tim sepakbola paling barat yaitu Aceh, di Stadion Mandala Jayapura Kamis 14 Oktober 2021.

Papua melangkah ke final stelah membungkam tim Kaltim (5-1) di stadion Mandala, Selasa 12 Oktbober 2021, sedangkan tim Aceh melaju ke finasl setelah mengkandaskan tim Jawa Timur (2-1).

Kemenangan tim sepakbola Papua di pertandingan semifinalgol diciptakan Ricky Cawor, M Arody Uopdana, Samuel Balinsa, dan I Nyoman Ansanay. Sementara gol semata wayang Kalimantan Timur hasil gol bunuh diri Ari Wakum.

Papua yang hanya memiliki masa recovery selama satu hari tidak menyurutkan permainan anak-anak Papua yang dilatih Eduard Ifakdalam. Tuan rumah mampu mengimbangi permainan Kalimantan Timur yang memiliki masa istirahat selama 3 hari.

Sejak menit awal, kedua tim bermain terbuka dan saling jual beli serangan. Masing-masing tim menciptakan peluang yang sama.

Namun petaka lebih dulu menghampiri tuan rumah pada menit 19. Stoper Papua, Ari Wakum beralih-alih ingin mengamankan gawangnya dari bola mati justru sundulannya mengarah ke gawang sendiri dan tidak bisa diantisipasi oleh Adzib Hakim sehingga membuat Kalimantan Timur unggul 1-0.

Papua yang dalam posisi tertinggal mulai meningkatkan agresifitas permainan. Ricky Cawor dan dan kawan – kawan, beberapa kali menciptakan peluang emas.

Salah satunya hadir dari Jefron Sitawa, yang berdiri bebas tanpa kawalan di mulut gawang lawan justru tidak mampu memaksimalkan arah bola dan gagal untuk menyamakan kedudukan.

Papua yang terus berusaha untuk menyamakan kedudukan akhirnya lahir dimenit 40 melalui titik putih. Wasit harus menunjuk titik putih setelah Samuel Balinsa dijatuhkan di area kotak 16.

Ricky Cawor yang ditunjuk sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Sepakan pemilik nomor punggung 10 itu tidak mampu dijangkau oleh penjaga gawang Kalimantan Timur, Andry Robby. Skor 1-1.

5 menit sebelum turun minum, kedua tim masih saling jual beli serangan. Namun hingga babak pertama usai, skor tetap 1-1.

Dari ruang ganti, juru taktik sepakbola Papua, Eduard Ivakdalam sepertinya memberikan wejangan kepada anak asuhnya agar lebih tenang dan tidak terbawa dengan gaya bermain tim tamu.

Awal babak kedua, Eduard Ivakdalam melakukan penyegaran di lini depan dengan memasukan Rafiko Nawipa dan menarik keluar Jefron Sitawa. Masuknya Rafiko membuat serangan Mutiara Hitam muda kian bervariasi.

Alhasil, Papua benar-benar memporak-porandakan pertahanan Kaltim pada babak kedua. Tuan rumah pun berbalik unggul pada menit 66. Lagi-lagi dari titik putih. Dan lagi-lagi akibat menjatuhkan Samuel Balinsa di dalam kotak penalti.

I Nyoman Ansanay yang ditunjuk sebagai eksekutor pun sukses menjalankan tugasnya dan membawa Papua unggul 2-1. Hanya berselang 5 menit, tuan rumah kembali memperlebar jarak setelah Arody Uopdana mengoyak jaring gawang Kaltim (71).

Merasa aman setelah unggul 3-1, Eduard Ivakdalam pun kembali melakukan pergantian dua pemain sekaligus. Memasukan Imanuel Basna dan Randy May kemudian menarik keluar Ari Wakum dan Yeter Amohoso.

Masuknya kedua tenaga baru tersebut membuat permainan tuan rumah kian hidup. Ricky dan kawan-kawan juga menghindari permainan bola panjang dan memilih untuk bermain bola pendek dari kaki ke kaki.

Ricky Cawor yang selalu memberikan ancaman bagi pertahanan Kaltim akhirnya mencatatkan namanya untuk kedua kalinya di papan skor setelah mengoyak jaring gawang Kaltim pada menit 77 dan membawa Papua unggul dengan skor 4-1.

Memimpin dengan skor 4-1 tak membuat permainan tuan rumah redup. 10 menit terakhir jelang laga usai, Papua kian menggila dan tak memberikan kesempatan kepada tim tamu keluar dari tekanan.

Bahkan Samuel Balinsa kembali memaksa Andry Robby untuk memungut bola dari gawangnya untuk kelima kalinya pada menit 87. Papua pun menutup pertandingan dengan skor 5-1.

Bertemunya Papua melawan tim dari negeri serambi Mekkah, Aceh ini menjadikan terulangnya sejarah PON XIII di tahun 1993. Kala itu Tim PON Papua unggul 6 – 3 dan menjadi catatan sejarah manis. Apalagi saat itu ada aksi lucu yang dilakukan David Saduy yang menyorongkan bola ke gawang Tim PON Aceh dengan (maaf) bokongnya.

Susunan Pemain Papua
Adzib Hakim, Calvin Rering, Yeter Amohoso, M. Uopdana, Ricky Cawor, Alpons Migau, Samuel Balinsa, Giovani Numberi, Ari Wakum, Jefron Sitawa, I Nyoman Ansanay.

Susunan Pemain Kalimantan Timur
Andry Robby, M. Ramadhan, Rian Khaidir, Agus Santoso, M. Arifin, Ical, M. Rifaldi, Al Ilmi, M. Rinaldi, Pusam Ramadhan, Habibi. (Humas PB PON/Eryck/ode)

 

Editor: Jery Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *